Fiction

Tuhan, Berikan Aku Waktu Untuk Mencintainya Sedetik Lagi

on
September 20, 2016

39a7a8bce4566f00394f8bb00fdefea7

Angin yang berhembus di malam itu, membuat tubuhku terasa dingin. Hujan yang turun begitu deras, membuat tubuh mungilku semakin menggigil. Tapi aku tetap menunggumu di bawah sebuah payung berwarna transparan di depan stasiun. Berharap kau segera datang dan memelukku erat. Memberikan jaketmu yang berukuran dua kali lebih besar dari tubuhku untuk kukenakan, dan menggenggam erat tanganku di saku celanamu agar aku tak kedinginan.

Satu jam sudah aku menunggumu, tapi sosokmu tak kunjung terlihat. Aku begitu resah. Kulihat chat terakhir darimu. Kau bilang hanya tinggal 5 stasiun lagi. Tapi kau tak kunjung tiba.

Tiba-tiba terdengar sebuah pengumuman di stasiun, mengatakan bahwa kereta yang kau tumpangi bertabrakan dengan kereta lain, karena adanya kelalaian petugas yang menyebabkan 45 orang terluka, serta 13 korban meninggal dunia.

Aku resah. Rasa takut menjalar di seluruh tubuhku. Kucoba menghubungimu. Sekali. Dua kali. Hingga puluhan kali. Tapi tetap tak ada jawaban darimu.

Kemana kamu?

Kenapa kau tak menjawab teleponku?

Apakah kamu baik-baik saja?

Hei, cepat jawab teleponku!

Aku menyerah. Terduduk lemas. Air mataku mengalir deras.

Begitu derasnya hingga tak lagi dapat kubendung.

Tuhan, tolong jaga dia. Dia yang telah mengambil separuh dari jiwaku. Dia yang telah menjadi bagian dari nafasku. Dia yang telah menjadi sumber bahagiaku selama ini.

Kucoba menenangkan pikiranku, menepis berbagai pemikiran buruk yang mungkin terjadi padamu, menyeka air mata, dan berlari menuju tempat pemberhentian taksi. Tunggu aku, kumohon.

Entah karena hujan yang turun atau kecelakaan kereta menyebabkan jalan raya semakin memadat. Tiga puluh menit sudah waktu aku habiskan dalam perjalanan. Dan aku masih tetap mencoba menghubungi ponselmu.

Kekesalanku memuncak. Dan kuputuskan untuk berlari menuju tempat kecelakaan kereta terjadi. Kutembus hujan deras malam itu demi bertemu denganmu. Kubiarkan kakiku lecet karena berlari dengan sepatu flat baru, yang seminggu lalu kau berikan sebagai hadiah di hari kelulusanku.

Hingga akhirnya aku tiba di tempat kecelakaan. Mencari sosokmu di tengah kerumunan orang. Kuterobos kerumunan itu sembari berharap kau adalah salah satu dari mereka. Namun kau tak ada.

Kemudian aku berlari menuju ruangan itu. Tempat dimana para korban kecelakaan dibaringkan dan dibalut kain kafan. Rasa takut menyelimutiku. Namun aku coba menepisnya, dan mengintip satu per satu sosok yang ada di balik kafan itu.

Dan aku menemukanmu. Terbujur kaku. Tak lagi bernyawa. Dengan luka lebam di pipi dan tubuh yang penuh dengan darah. Wajah tampanmu terlihat begitu mengerikan saat itu.

Aku berbisik di telingamu, namun kau tak menjawab. Aku berteriak, namun kau tetap tak menggubrisku. Aku mengguncang tubuhmu, namun kau tak memberikan perlawanan. Aku menangis dengan kencang, namun kau tak menyeka air mataku.

Kumohon, bangunlah…

Aku memelukmu begitu erat. Sangat erat. Berharap kau marah padaku karena kau merasa sesak hingga sulit bernafas. Itu yang biasa kau lakukan padaku bukan?

Tuhan, kenapa kau memanggilnya begitu cepat?

Kenapa kau biarkan aku berjalan sendiri lagi, tanpa seorang penopang?

Tuhan, tolong berikan aku waktu untuk mencintainya sedetik lagi.

Berikan aku waktu untuk tertawa dan menangis bersamanya sehari lagi.

Sedikit saja, berikan aku sedikit saja waktu untuk kuhabiskan bersamanya…

Sedikit saja…

TAGS
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT

Lisa Fransisca
Indonesia

Bercerita melalui rangkaian kata, coretan gambar, dan foto-foto yang diabadikannya saat melakukan perjalanan.

Archives
Instagram
  • Hutan menjadi saksi sebuah perjumpaan. Tentang perbedaan ras dan budaya yang membentang, namun tak menjadi penghalang. Entah untuk dikenang, atau mungkin terlupakan. Tapi cerita sebuah perjalanan akan selalu menjadi kesan.
.
.
#wheninpenang #travelstory
  • Playing with the #elephantcalves .
.
#nationalpark #saynotoelephantrides
  • Children of Laos playing by the Mekong River
.
.
#wheninlaos #mekongriver
  • Night at Georgetown
.
.
#nyctophilia #georgetown
  • Aku dan jeda~
.
.
#wilderness #mountaineering #neverstopexploring
  • Mereka bilang aku hanya menghamburkan uang. Kubilang, ini hadiah untuk diri sendiri.
.
.
Ah biarlah, ini hanya soal perbedaan sudut pandang, bukan? 😎
.
.
#モノローグ #enjoylife #wilderness #neverstopexploring
Instagram Drawing Gallery
  • 結婚おめでとうございます!
.
Thanks for ordering, btw.
.
.
#commissionsopen #commission #watercolor #watercolour
  • 61 of 365
.
"Sometimes you need to lose yourself a few times before you can find yourself."
Inspired by A Silent Voice
.
.
#illust #illustration #watercolor #watercolour #イラスト #ilustrasi
  • 57 of 365
.
未来のミライのクンちゃん😹
.
.
#未来のミライ #illustration #sketch #イラスト
  • 36 of 365
.
Time doesn't heal. You heal yourself.
Inspired by ReLIFE.
.
.
#doodling #illustration #illust #drawing #artofinstagram #watercolor #イラスト #watercolour #お絵かき #今を大切に 😸
  • 2 of 365
Doraemon request by @erwan.as7sm .
.
#doraemon #watercolor
  • 1 of 365
.
Happy new year!
.
.
#illust #illustration #イラスト #watercolor