Mengenal Candu di Hall of Opium

“Our greatest glory is not in never falling, but in rising everytime we fall”

-Confucius, Chinese philosopher-

Perjalanan menyeberangi Sungai Mekong telah usai. Setibanya di Thailand, paspor kami dikembalikan oleh operator boat. Dengan mereka pula aku bertanya bagaimana cara menuju Hall of Opium. Museum yang mengabadikan sejarah kelam budidaya opium dan perdagangan narkoba di Golden Triangle.

Continue reading

Perjalanan Menuju Golden Triangle

Golden Triangle

Golden Triangle atau segitiga emas merupakan daerah rawan konflik perbatasan 3 negara yang dipisahkan oleh Sungai Mekong. Ketiga negara tersebut ialah Thailand bagian utara, Laos, dan Myanmar sebagai negara pemasok opium terbesar di Asia Tenggara dan lokasi perdagangan narkotika. Kawasan Golden Triangle dibingkai oleh pegunungan bersuhu dingin. Oleh sebab itulah, cocok dijadikan ladang poppy, bunga yang menghasilkan getah bernama opium.

Kenapa disebut segitiga emas? Konon, hal ini dikarenakan kekayaan kawasan ini berasal dari emas hitam atau opium. Dalam perdagangannya, emas seringkali dijadikan alat tukar menggantikan uang.

Pada masa itu, opium digunakan sebagai bahan baku pembuatan narkotika dan obat dalam bidang kedokteran.

Continue reading

Bangkok, Menjelajahi Chatuchak Weekend Market

Ke Bangkok tanpa menjelajahi Chatuchak Weekend Market rasanya bagaikan ciki tanpa micin, Mickey Mouse tanpa Minnie,  aku tanpa kamu. Tak lengkap. Yah, setidaknya begitulah kata-kata yang sering kudengar dari orang-orang yang sudah pernah ke Bangkok. Penasaran dengan makanannya yang enak dan barang-barang unik apa saja yang dijual di sana, aku dan Merin memutuskan untuk menjelajahi tempat ini saat singgah di Bangkok.

***

Kalian percaya enggak sih dengan kalimat yang selalu bilang bahwa ucapan adalah doa? Hal ini terjadi padaku. Setahun yang lalu, aku pernah iseng berucap kalau sudah menginjakkan kaki di Flores, aku ingin menginjakkan kaki di negara lain. Aku juga pernah berkata ingin ke Thailand, tapi enggak mau menetap di Bangkok karena sudah terlalu ramai dan mainstream. Dan voilaaa, terjadilah hal itu! Thailand benar-benar menjadi negara pertama yang kujelajahi semenjak aku mengantongi paspor setahun yang lalu.

Namanya sebuah perjalanan, tentu ada banyak cerita menarik di dalamnya. Mulai dari hampir gagal karena aku harus fokus menjaga kondisi kesehatan, harga tiket pesawat yang semakin melambung tinggi, temanku Hayati yang terserang tifus, Merin yang terancam tidak mendapat persetujuan untuk cuti, dan masih banyak lagi. Ini baru persiapan, tapi kok sudah banyak sekali aral melintang? Aaarghh! Padahal perjalanan ini dirancang sekaligus untuk merayakan ulang tahunku dan Hayati yang hanya berbeda satu hari di bulan Maret. Hiks.

Continue reading