Siapa yang mengenal cat air saat duduk di bangku sekolah dasar? Kala itu merek yang umum diperdagangkan ialah Guitar dan Pentel. Melukisnya pun di buku gambar bersampul emotikon senyum. Apakah ada yang bernasib sama? Haha.

Pengalaman pertama menggunakan cat air tidak memberikan kesan yang istimewa bagi saya. Hasil yang didapat rasanya biasa saja. Hingga suatu hari, saya menemukan karya seniman cat air di media sosial dan terpana. Haaah? Ini pakai cat air? Kok bagus banget? Kok bisaaa?

Melukis merupakan kegiatan yang menyenangkan. Ia dapat mengekspresikan imajinasi dan kreatifitas. Dilansir dari buku Otak Ideal karya Toshinari Kato, melukis merupakan salah satu cara melatih otak. Terutama zona otak penglihatan, emosi, dan motorik. Apalagi di masa pandemi seperti ini, melukis bisa jadi pilihan mengisi waktu luang.

Nah, kalian tahu enggak? Cat air itu umumnya bersifat transparan. Meski ada juga yang bersifat semi-opaque dan opaque sih. Tetapi sesuai dengan namanya, water yang berarti air. Dan color yang berarti warna. Melukis dengan cat air atau watercolor merupakan pencampuran antara pigmen warna dan air.

Tentunya kertas yang digunakan untuk melukis dengan cat ini harus bisa menampung air dengan baik. Umumnya terbuat dari bahan cellulose atau cotton. Jadi enggak sembarang kertas bisa digunakan untuk melukis dengan cat air. Apalagi HVS. Atau lembaran buku gambar bersampul emotikon senyum itu. Duh, jangan ya.

Terdapat beberapa jenis cat air. Tergantung dari kualitas dan sasaran penggunanya.

Kid Grade

Sesuai dengan namanya, cat air jenis ini dirancang untuk anak-anak. Kamu yang mau mencoba melukis dengan cat air juga bisa menggunakannya. Hasil akhir cat air jenis ini chalky (berkapur). Juga cenderung sulit untuk mencampurkan pigmen warna. Namun, harganya sangat terjangkau. Merek yang dijual di pasaran belakangan juga semakin beragam. Seperti Pentel, Giotto, Titi, Joyko, Faber Castell, Reeves, V-tro, dan lainnya. Harga jualnya berkisar 25,000 hingga 70,000 per set. Termasuk dengan kuasnya.

Student Grade / Academy

Mengandung komposisi warna yang tidak sebanyak artist grade. Tetapi, pencampuran pigmen warnanya lebih mudah jika dibandingkan dengan kid grade. Merek yang mudah ditemukan di pasaran misalnya Sakura Koi, Cotman Winsor & Newton, ShinHan, Van Gogh, Schmincke Akademie, dan masih banyak lagi. Harganya berkisar 20,000 hingga 100,000 per tube. Adapula 200,000 hingga 500,000 per set.

Artist Grade

Cat air artist grade menawarkan varian warna yang jauh lebih banyak. Lebih tahan lama di kertas, tidak mudah pudar, dan tidak berkapur. Hasil akhirnya pun vibrant. Dikarenakan komposisi pigmennya memang banyak.

Merek cat air artist grade yang bisa ditemukan di Indonesia contohnya White Nights, Mission Gold, Sennelier, Daniel Smith, Winsor & Newton Professional, Rembrandt, Holbein. Cat air jenis ini dibanderol dengan harga 60,000 hingga 300,000 per tube. Bahkan, harga satu setnya ada yang mencapai 5,000,000. Wow bukan?

Cat air juga memiliki beberapa bentuk, seperti: cake, pan, tube, dan liquid.

Sedikit tips untuk travel-sketchers yang lebih menyukai cat air jenis tube. Bisa dengan mengisi ulang watercolor pan yang sudah habis dengan cat air dari tube. Atau, dengan membeli box kosong dan mengisinya dengan pigmen. Dengan begini, cat air akan mudah dibawa kemanapun. Bila ingin mencoba cat air artist grade namun anggaran terbatas, bisa membeli share tube mini/half pan.

Cruelty-Free & Vegan Watercolor

Cruelty free berarti tidak membahayakan atau menyakiti hewan selama proses pembuatannya. Namun, bukan berarti bahan dasarnya murni vegan. Sedangkan vegan sama sekali tidak mengandung unsur hewani. Jadi, umumnya terbuat dari ekstrak tumbuhan atau bahan kimia.

Bahan-bahan yang berasal dari hewan dan umumnya ditemukan dalam cat air ialah:

Madu (honey-based watercolor)

Banyak produk cat air yang menggunakan bahan baku hewani seperti madu. Biasa dikenal dengan istilah honey-based. Mengapa madu? Karena selain sebagai bahan pengawet, madu dapat memberikan warna yang halus dan berkilau pada lukisan.

Beberapa merek cat air yang mengandung madu contohnya M. Graham, Mission Gold, White Nights, dan Sennelier.

Pbk9

Pbk9 atau Amorphous Carbon dihasilkan oleh tulang hewan yang telah hangus. Pbk9 sering ditemukan pada pigmen warna Ivory Black, Sephia, Payne’s Grey, dan Davy’s Grey.

Ox gall

Ox gall adalah medium yang dihasilkan dari gall (cairan yang terdapat pada hati sapi). Kemungkinan besar merupakan produk sampingan dari industri ternak. Produk ini biasanya dicampur dengan alkohol sebagai bahan untuk melembabkan kertas. Ox gall juga membantu pencampuran pigmen warna jadi lebih mudah. Dan, membantu warna lebih solid.

Contoh merek cat air yang mengandung ox gall ialah Schmincke Horadam dan Winsor & Newton Professional.

Ada juga beberapa merek vegan watercolor artist grade yang bisa ditemukan di pasaran. Seperti: Daniel Smith, Da Vinci, Holbein, Lukas 1862, QoR, Rembrandt. Untuk student grade misalnya Cotman Winsor & Newton, Finetec, Grumbacher Academy, Kuretake Gansai Tambi, ShinHan, Schmincke Akademie, dan Van Gogh.

Kini, banyak seniman cat air yang mulai peduli dengan lingkungan. Mereka menaruh perhatian pada kandungan pigmen yang digunakan. Ada yang beralih ke vegan watercolor. Ada yang lebih memilih mencampurkan pigmen tertentu untuk mendapatkan warna hitam. Dikarenakan warna ini seringkali mengandung Pbk9. Dan, ada juga yang lebih menyukai cat air dengan kandungan madu. Apalagi sejak adanya inovasi bahwa madu dapat dihasilkan dari sari bunga. Maupun melalui proses fermentasi oleh bakteri pengurai atau mikroorganisme.

Setelah membaca, apa kamu tertarik untuk melukis dengan cat air? Kira-kira mana yang sesuai dengan kebutuhanmu? Selamat melukis dengan cat air ya!