Environment Health Travel

Kulit Sensitif tapi Suka Travelling? Jangan Sedih!

on
March 17, 2018

Kesel enggak sih? Sudah menyiapkan banyak hal demi sebuah perjalanan, tiba-tiba kamu harus membatalkannya. Karena apa? ALERGI! Aaargh, aku sih kezel banget!! Apalagi kalau sudah beli tiket pesawat. Rugi dooong! Hiks.

Kulit Sensitif tapi Suka Travelling 4

Nah, buat kamu yang punya kulit sensitif, aku mau berbagi tips nih. Bagaimana cara supaya rencana perjalanan lancar?

Ngomong-ngomong, aku juga pengidap prurigo. Yaitu penyakit kulit kronis dengan gejala timbulnya bintil-bintil dan rasa gatal yang luar biasa. Atau sering dikenal dengan darah manis (ternyata manis enggak selamanya menyenangkan loh! haha). Bahkan, terkena gigitan serangga sekecil apapun, bisa timbul bintik merah di kulitku. Yang terparah ruam kemerahan itu bisa menyebabkan gatal-gatal di sekujur tubuh, bahkan bentol-bentol.

Enggak hanya itu, aku juga pengidap dermatitis atopik dan dermatitis kontak. Hah? Apa itu? Dermatitis atopik adalah ruam merah yang terjadi pada kulit. Ruam ini dapat mengeluarkan cairan dan mengeras. Bisa juga ditandai dengan kulit pecah-pecah, bersisik, atau terkelupas. Atau biasa dikenal dengan radang kulit. Penyebabnya ada bermacam-macam. Bisa karena faktor genetik, lingkungan, imunologi, dan infeksi.

Sedangkan dermatitis kontak ialah ruam merah yang disebabkan oleh kontak langsung dengan suatu zat atau reaksi alergi terhadapnya. Contoh pemicunya ialah sabun, kosmetik, perhiasan, dan lainnya.

Karena itu, aku mau berbagi tips supaya perjalanan tetap lancar meski memiliki kulit yang hipersenitif. Penasaran kan? Penasaran dong. Yuk disimak, haha.

1. Kenali tubuh sendiri dan hindari hal-hal yang memicu alergi

Ada yang sering merasa stres? Entah karena tekanan hidup, kerjaan kantor yang tak ada habisnya. Atau stres memikirkan dia yang enggak kunjung memikirkan kamu? Yuk, coba untuk lebih rileks. Tahu enggak? Stres juga bisa memicu alergi loh. Nah, daripada stres, mending mikirin rencana liburan, ya kan?

Jika sedang melakukan perjalanan, sebisa mungkin hindari melahap makanan yang cenderung memicu alergi kumat. Kalau alergi udang, ya hindarilah makan udang. Kalau alergi susu sapi, bisa menggantinya dengan susu kedelai. Intinya, pekalah terhadap kondisi tubuhmu.

Kulit Sensitif tapi Suka Travelling 1

dibawa enjoy aja, saay~ 😀

2. Rajin cuci tangan

Jangan remehkan mencuci tangan! Tangan merupakan salah satu anggota tubuh yang menjadi media masuknya kuman dan bakteri. Dari tangan ke mulut, hidung, dan anggota tubuh lain. Jadi jangan lupa selalu mencuci tangan ya. Sesudah memegang suatu benda dan sebelum makan. Kenapa? Supaya bakteri enggak masuk melalui mulut atau hidung. Enggak mau kan perjalananmu terganggu karena alergi kumat?

3. Bawa masker dan celana panjang atau baju lengan panjang

Alergen seperti debu, serangga, dan bakteri mudah dijumpai dimanapun. Untuk menghindari alergi, sedia selalu masker untuk menutup hidung. Jadi kulit wajah terlindungi. Oh iya, mengenakan baju dan celana panjang juga boleh. Karena bisa melindungi kulit dari kontak langsung dengan alergen. Apalagi jika kamu pergi ke daerah pantai, pedalaman, atau hutan. Bisa dengan mudah terkena gigitan serangga kapanpun, iya toh?

Kulit Sensitif tapi Suka Travelling 2

4. Pakai tabir surya dan jangan menggaruk kulit saat gatal

Travelling di alam terbuka harus berani menanggung resiko. Kulit memerah terkena paparan sinar matahari dan debu seakan hal yang biasa. Tapi, untuk yang berkulit sensitif harus hati-hati. Jangan sampai karena matahari atau debu, muncul ruam merah yang menyebabkan gatal di sekujur tubuh. Rasanya tentu saja enggak nyaman. Ingin digaruk, tapi nanti berbekas. Enggak digaruk, kok makin gatal. Duh, galau.

Tapi, apapun yang terjadi, tahan jari-jarimu untuk enggak menggaruk ya! Karena ini hanya akan membuat kulit menjadi iritasi.

Jadi, kalau lagi travelling di alam terbuka atau city tour, jangan lupa pakai tabir surya. Supaya kamu enggak terpapar sinar matahari secara langsung.

Pakailah tabir surya yang cocok untuk jenis kulit sensitif. Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter kulit. Atau mencoba berbagai produk yang dijual di pasaran. Penasaran mau beli tapi takut enggak cocok? Tenang, kamu bisa coba aplikasikan produk di bagian belakang daun telinga. Jika tidak cocok, kulit di belakang daun telinga akan memerah atau gatal-gatal.

Oh iya, tapi kalau mau snorkeling, aku sudah enggak menggunakan tabir surya lagi. Tahu kenapa? Karena kandungan oxybenzone yang umumnya ditemukan di tabir surya ternyata beracun bagi alga simbiotik yang hidup di dalam karang. Bahkan, penggunaan tabir surya ini menyebabkan coral bleaching (pemutihan karang) yang lebih parah daripada pemanasan global. Padahal terumbu karang merupakan sumber makanan utama biota laut.

Sebagai gantinya, aku terbiasa membawa minyak zaitun dan mengoleskannya sebelum tidur. Bisa merelaksasi kulit juga loh. Dan meringankan efek kemerahan akibat serangan sinar matahari.

5. Jangan lupa bawa obat serta losion anti alergi

Kalau gatal-gatal mengancam, segera oles losion anti alergi. Kalau enggak kunjung membaik, segera konsumsi obat alergi sesuai dengan anjuran dokter ya.

Happy travelling, guys!

TAGS
RELATED POSTS
0 Comments
  1. Reply

    Puteno

    March 21, 2018

    Suka main kelaut hitam adalah resiko, lagian hitam mahal ya.

LEAVE A COMMENT

Lisa Fransisca
Indonesia

Halo! Saya Lisa. Di blog ini saya akan bercerita. Baik melalui rangkaian kata, coretan gambar, maupun foto-foto yang diabadikan saat melakukan perjalanan.

Archives
Part of
Kubbu Network
Blogger Perempuan