Adventure Diving Travel

Hore! Saya Lulus Ujian Menyelam

on
September 4, 2021

Menyelam di Amed 2 tahun lalu mengenalkan saya pada dunia baru. Dunia bawah laut yang tak bising. Yang memanjakan indera penglihatan dan pendengaran. Dunia itu membawa saya pada sebuah keputusan: mengambil lisensi menyelam.

Maret 2021. Pandemi tak kunjung usai. Persiapan perjalanan kali ini lebih banyak dari biasanya. Mengalokasikan dana darurat untuk isoman jika terpapar Covid-19. Membawa laptop kantor. Menyiapkan tes antigen atau PCR sebelum penerbangan. Hingga, update informasi harian Covid-19. Repot ya? Hahaha, yaa mau bagaimana lagi.

Saya dan teman seperjalanan, Uni Reno, akan menyelam di Nusa Penida. Dengan Temple Dive sebagai dive center.

Hari yang dinanti tiba. Saya hendak menyeberang ke Nusa Penida. Setelah semalam menginap di Sanur. Pandemi menghantam keras sektor pariwisata. Menjadikan Bali kini sepi pengunjung. Di satu sisi, saya mendapat upgrade kamar gratis dari pemilik penginapan. Namun di sisi lain, pemasukan beliau menjadi jauh berkurang.

Jam belum menunjukkan pukul 7. Tetapi, saya sudah tiba di pelabuhan. Ini dikarenakan saya bertemu dengan seorang Bli. Yang menawarkan naik motor ke pelabuhan dengannya. Hari itu kapal penyeberangan terlambat berangkat. Karena adanya pemeriksaan, seluruh penumpang tiba di Nusa Penida pukul 9:30. Di sana Daniel dan Prisil, tim dari Temple Dive, telah menunggu. Kami pun berkenalan. Kemudian, berangkat menuju dive center dengan motor.

Prisil selaku dive master akan menyelam dengan Uni Reno yang telah berlisensi. Sedangkan Daniel adalah instruktur menyelam saya.

Hari pertama

Setiba di Temple Dive, saya masuk melewati resepsionis. Di sisi kanan, tampak sebuah ruang kecil terbuka. Di sinilah saya akan diajarkan teori Scuba Diving. Seperti tekanan air, penggunaan alat, cara menghitung tabel selam, risiko penyakit, interaksi dengan biota laut, dan pengenalan dive computer.

Hal pertama yang saya lakukan adalah mengisi lembar Kondisi Medis Penyelam. Formulir ini berisi riwayat penyakit pernapasan, jantung, sakit kepala. Juga, riwayat Covid-19. Kemudian, kelas dimulai dengan menonton video PADI Basic Scuba Diving Skill.

Tiga bab materi berhasil diselesaikan. Karena itu, saya diberikan latihan soal pemahaman. Yang kemudian jawabannya dibahas oleh Daniel.

Setelah teori selesai, kami berpindah ke samping kolam. Pertama-tama, Daniel menerangkan alat-alat yang digunakan untuk menyelam. Kedua, ia menjelaskan fungsi alat tersebut. Ketiga, ia mendemonstrasikan cara memasang BCD ke tabung. Keempat, ia menerangkan cara mengecek kondisi regulator, octopus, dan gauge. Dan terakhir, ia mengajarkan cara menyusun alat-alat tersebut pada BCD saat akan menyelam. Setelah itu, saya diminta mempraktikkannya sendiri.

Usai penjelasan alat-alat, saatnya belajar teknik di kolam renang. Saya diajarkan cara mengatur napas, hand signal, posisi badan saat menyelam, mask clearing, dan teknik lainnya.

Kelas usai setelah praktik di kolam. Di waktu bersamaan, Uni Reno tiba di dive center. Ia datang dengan kapal penyeberangan jam 3 sore. Setelah berbincang-bincang dengan Daniel dan Prisil, Uni Reno dan saya check in penginapan. Road Beach Sunsun terletak di belakang Temple Dive. Dan, langsung menghadap ke bibir pantai.

Malam menjemput. Uni Reno dan saya makan malam di Penida Colada. Restoran ini direkomendasikan oleh Daniel dan Prisil. Ternyata ada sajian live music saat itu. .

Bau laut menyesap. Purnama menggores di langit malam. Mengintip malu di balik helai daun-daun pohon. Hempasan ombak memecah pantai, menjelmakan melodi. Sahut-menyahut dengan keindahan suara sang vokalis. Sembari memetik gitar, ia bernyanyi

“I see skies of blue and clouds of white. The bright blessed day, the dark sacred night. And I think to myself what a wonderful world…”

– Louis Armstrong –

Hari kedua

Hari kedua, kelas dimulai pukul 8 pagi. Satu jam kemudian kami berangkat untuk ujian di laut. Manta Point adalah spot penyelaman pertama kami. Perjalanan memakan waktu hampir satu jam. Setibanya, saya diajarkan back-roll entry. Setelah itu, dari permukaan Daniel dan saya bersama-sama memencet tombol deflate dan perlahan memasuki kedalaman.

Sesuatu yang besar perlahan mendekat ke arah kami. Layaknya burung yang mengepakkan sayap di langit, ia melebarkan siripnya di lautan. Mobula ray!! Mereka mengayuh lambat siripnya dan berlalu-lalang di hadapan kami. Kebanyakan orang mengenal mereka dengan manta ray.

Setelah asyik mengamati mobula, Daniel dan saya turun ke dasar laut. Hamparan pasir terbentang di sana. Sembari ujian, beberapa biota laut sesekali mengalihkan fokus saya. Seekor stone fish yang menyerupai karang melompat-lompat. Di sisi lain, beberapa ekor sting ray mengintip dari balik pasir.

50 menit berlalu dan kami kembali ke kapal. Vallerie, tim dari Temple Dive, bercerita. Ia bertemu seekor mobula yang terjerat tali. Kemudian, ia mendekat dan membuka tali yang menjerat tubuhnya. Tali lalu dibawanya ke kapal agar tak menjerat makhluk laut lainnya.

Kami berpindah ke lokasi penyelaman berikutnya. Toya Pakeh. Memasuki kedalaman, kami disambut dengan visibility yang sangat baik. Karangnya berwarna-warni, berayun-ayun mengikuti arus. Saya berlatih untuk lebih rileks di dalam air. Jika hilang fokus, Daniel dengan sigap memberikan hand signal. Slow down. Breathe in and out. Kemudian setelah posisi dan buoyancy saya lebih baik, ia melanjutkan. Are you okay? Let’s continue our dive.

Toya Pakeh merupakan spot yang terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya. Di sini, saya bertemu dengan Blue-spotted puffer fish. Dan juga, barakudaaa!! Ini kali pertama saya melihat predator bergigi tajam ini secara langsung.

Penyelaman usai kira-kira pukul 3 sore. Karena sudah kelelahan, kelas akan dilanjutkan keesokan harinya. Fleksibel sekali, bukan? Tak lama, malam menyambut. Lelah masih akrab menemani tubuh. Oleh sebab itu, Uni Reno dan saya membeli makan malam dengan layanan pesan antar. Beruntung sekali beberapa restoran menyediakan layanan tersebut. Tentu saja informasi ini kami dapat dari Daniel dan Prisil.

Hari ketiga

Pagi kembali menjemput. Jam 8 pagi kelas dimulai. New day, new technique! Hari ini saya mengenakan dive suit dengan lengan pendek. Ternyata menggantinya adalah pilihan yang tepat. Saya merasa lebih rileks dan bisa bergerak lebih leluasa.

Crystal Bay merupakan tempat penyelaman pertama hari ini. Memasuki air, ujian pertama menanti. Yaitu mempraktikkan cara menghadapi buddy yang kelelahan saat berada di permukaan.

Setelah ujian pertama, Daniel dan saya menekan tombol deflate dan bersama-sama masuk ke air. Dengan kondisi karang yang beragam, ada banyak biota laut di sini. Penyu, garden eel, ikan badut dengan anemon. Bahkan, flounder fish! Arus di spot ini juga lebih kencang dibandingkan penyelaman sebelumnya.

Di beberapa titik, suhu air terasa jauh lebih lebih dingin. Dikarenakan adanya pertukaran air laut. Air yang berada di dasar laut naik ke permukaan. Sedangkan air di permukaan bergerak turun ke lapisan laut yang lebih dalam. Fenomena ini dikenal dengan upwelling dan downwelling.

Ujian berikutnya ialah melepas masker kemudian memasangnya kembali. Lalu, melepas BCD dan memasangnya kembali. Bagaimana cara membaca kompas. Dan terakhir, simulasi menolong buddy yang kehabisan udara saat di air. Kemampuan dasar ini harus dimiliki oleh seorang penyelam. Jadi, apabila terjadi masalah, diharapkan bisa rileks dan mencari jalan keluarnya.

Usai penyelaman pertama, kami menuju spot kedua. SD Point. Didi yang hari itu bertugas sebagai kapten, memberhentikan kapal. Sembari beristirahat, kami menyantap makan siang. Istirahat diperlukan sebelum penyelaman berikutnya. Hal ini berguna untuk menetralisir kadar nitrogen dalam tubuh.

Setelah menyelam selama 58 menit, kami melakukan safety stop dan kembali ke permukaan. Kapal datang menjemput. Kami pun kembali ke dive center. Usai bebersih, saya menyelesaikan 2 bab teori yang tersisa. Dan esok hari, ujian tertulis telah menanti.

Hari keempat

Seperti hari-hari sebelumnya, Uni Reno dan saya bangun pukul 6 pagi. Berjalan kaki mengelilingi pulau memberikan kesegaran bagi kami. Suasana yang tenang. Udara yang sejuk. Ah, nyaman sekali rasanya.

Sekitar jam 7, ujian tertulis dimulai. Dan, Daniel langsung memeriksa hasilnya. Horeee! Saya lulus sertifikasi PADI Open Water Diver! Senang sekali rasanya. Terima kasih semua atas bimbingannya! Daniel, Prisil, Uni Reno, dan teman-teman Temple Dive.

TAGS
RELATED POSTS
27 Comments
  1. Reply

    Febi

    September 5, 2021

    Sepertinya seru ya πŸ™‚
    Kayaknya ngebayangin menyelam itu jiwanya harus tenang, biar semuanya bisa lancar..
    Kayaknya bagus buat latihan atau ngetes seberapa lama bisa mindfulness..
    Btw, apa di Jakarta ada dive center yg bagus n rekomen selain di Bali ?..
    Oia,kl boleh request artikel cara pilih dive center yg oke buat newbie πŸ™‚

    • Reply

      Lisa Fransisca

      September 7, 2021

      Untuk pilih dive center kemarin:
      1. Cari info, cek web & IGnya, baca review
      2. Pilih yang organisasinya jelas. Seperti PADI, SSI, PSS, dll
      3. Sesuai budget (penting! haha) & komunikatif
      4. Bisa reschedule kalau misal hasil tes PCR positif
      Yaa kayak mau beli HP aja Kak, cek speknya dulu. Wkwk.

      Sepertinya di Jakarta banyak dive center yang bagus, tapi aku belum pernah coba.
      Tapi temen ada yang lulusan Global Dive & sering latihan di sana.
      Barangkali mau coba? πŸ™‚

  2. Reply

    Iqbal

    September 6, 2021

    Ish.. balkon kamarnya itu bikin pengen langsung gendong tas

    • Reply

      Lisa Fransisca

      September 7, 2021

      Gendong tas doang, Mas? Berangkat gak? Wkwk.

  3. Reply

    Rivai Hidayat

    September 7, 2021

    Selamat mbak lisa atas kelulusan sertifikasinya. Ditunggu cerita penyelaman selanjutnya.

    Melakukan perjalanan di masa pandemi seperti sekarang memang lebih ribet. Banyak hal yang mesti disiapkan. Informasi juga mesti update. Khan syarat-syarat penerbangan sering berubah. Walaupun sebagian besar masih sama.

    Seperti biasa, sketch-nya selalu menarik. Mengabadikan momen dalam goresan pena. πŸ˜€

    • Reply

      Lisa Fransisca

      September 7, 2021

      Thank you, Mas Vay!

      Haha, ngerasain juga ya ribetnya? Kayaknya dirimu lagi banyak dinas keluar daerah juga ya?
      Btw, ada wacana kalau sudah vaksin dosis ke-2, enggak usah tes PCR ya katanya.

  4. Reply

    Deny Oey

    September 7, 2021

    Congrats, Lisa!!!

    Bisa menyelam di bawah laut sungguh bikin daku iri. Apa daya, boro-boro menyelam. Daku hanya bisa berenang dengan gaya batu dan gaya teh celup. Wkwkwk..

    Btw, bulan Mei kemarin pas ke Bali kondisinya juga sepi. Dan sebenarnya hampir nginep jg di Road Beach Sunsun, sayangnya batal dan nemu penginepan lain di Nusa Penida yg viewnya gak kalah keren. (Selengkapnya baca di blog saya #promosi)

    • Reply

      Lisa Fransisca

      September 7, 2021

      Thank you, Den!
      Padahal dulu gue juga cuma bisa gaya batu, pernah nyaris tenggelam juga.
      Terus diajarin jadi bisa dikit-dikit. Wkwk.

      Waaa suka nih yang promosi gini, lumayan bisa jadi tambahan info.
      Meluncurrr ke drama FTV.

  5. Reply

    Kartini

    September 8, 2021

    ternyata ga cuma sehari ya lis prosesnya. ini ujian yang menyenangkan banget sih menurutku. dan kamu hebat banget bisa passed the exam. aku berenang saja ngga bisa, apalagi diving ya ><

  6. Reply

    RULY

    September 8, 2021

    Licensed Diver, Travelers & Story Teller

    You”re So Talented

  7. Reply

    Antin Aprianti

    September 8, 2021

    Ah irinya, aku mau belajar berenang aja masih takut, ini Kak Lisa udah menyelam aja. Dulu aku pernah nyobain snorkling aja seneng banget bisa lihat ikan-ikan dan karang, apalagi menyelam pasti lebih cantik lagi ya kak

  8. Reply

    Hallowulandari

    September 8, 2021

    Ya Allaahhh tolonggg lihat pemandangan pantai, laut, terumbu karang nya auto kangen liburan banget yaaa. Tapi yang pasti aku ga bisa diving lha wong ga bisa berenang hahhaa, klo snorkling aja deg deg an takut kelelep sama kemasukan air sampe ga bisa napas! ahahhaha, makanya ga bakal jauh-jauh dari kapal hahhahaah, main aman aja klo snorkling an

  9. Reply

    Dian Restu Agustina

    September 9, 2021

    Selamat ya Kak buat lulus ujian menyelamnya.
    Keren..jadi next mau diving di mana rencananya?
    Beneran memang dunia bawah laut enggak bising dan memanjakan penglihatan dan pendengaran kita.
    Btw, dah ada lisensi selam jadi nambah peluang profesi nih, dirimu bisa multiprofesi begini, sungguh keren sekali!

  10. Reply

    Firdaus Soeroto

    September 11, 2021

    Keren banget!!! Bertalenta sekali kakak ini. Kayaknya seru ya bisa bersertifikat menyelam. Rencana kedepannya mau ke mana lagi nih Kak?

  11. Reply

    Lalaysf

    September 11, 2021

    Selamat lisaaaa wohooo, kamu memang panutan qoe. Keren banget sih, bisa diving, gambar, sketch, kok kamu keren banget siiik?

  12. Reply

    Mrs.kingdom17

    September 11, 2021

    Wahh chukahae sis…asikk udah bisa menikmati dunia bawah laut lebih lama. Wahh aku yg baru bisa snorkling aja udah bahagia banget apalagi yg biss nyelem sampe dalem ya. Wah semoga someday aku jga bs ikutan ambil kelas utk sertifikasi…

  13. Reply

    Lovelypink

    September 11, 2021

    Waaah..
    Salut deh sama teman-teman yang punya keberanian belajar diving. Jujur aja, aaya itu sampai sekarang belom punya keberanian itu. Wong masi sering jadi penjaga tas di kapal, setiap kali temen-temen saya snorkking. Jujur aja, laut itu adalah tempat pualing menakutkan buat saya. Gimana mo ikutan, kasian itu instrukturnya jalo ngadepin orang panikan kaya saya. Hahaha

  14. Reply

    Beni

    September 11, 2021

    Keren banget sih, kak. Berat gak sih gendong tabung oksigen itu? hehe pakaian dan alat-alatnya kan itu banyak dan terlihat merepotkan bagi orang awam. rasanya gimana tuh, kak awalnya.

    pernah panik gak sih saat di dalam air laut gitu.
    it’s so awesome.

  15. Reply

    Retno Nur Fitri

    September 11, 2021

    Selamat kak lisa udah bisa menyelam dengan bebas tanpa pendampingan lagi dong heheh

  16. Reply

    Clara Kinasih

    September 11, 2021

    Wah seru banget kak pengalamannya. Apalagi melihat sampai ke dasar laut dan ketemu hewan disana. MasyaAlloh, yang liat dari foto ajah seneng buanget. Apalagi yang terjun langsung. 😍😍

  17. Reply

    Tuty Prihartiny

    September 11, 2021

    Selamat ya Kak, Lulus Ujian Menyelam. Komplit nih : suhu nanjak, kancil yang lincah di darat dan jago ke dalaman ( dive ) plus piawai menggambar. Belum yang lainnya. Hebat euy
    Oh ya kak… sukakk banget dengan kalimat ini :
    Dunia bawah laut yang tak bising. Yang memanjakan indera penglihatan dan pendengaran.
    Selamat menyelam sehat kak…

  18. Reply

    EkaRahmawatizone

    September 11, 2021

    Selamat mba udah lulus sertifikasi. Keren banget hehe. Meski pandemi tuh bukan berarti kita gak upgrade diri ya. Yg penting taat protokol dan gak perlu mikir macam2 berpergian ke manapun bisa aman ya.

  19. Reply

    Oktanti Hapsari

    September 11, 2021

    pengalaman diving dan scuba itu mirip mirip ya kak. tekniknya pun bisa dibilang sama sama berat, tergantung kebutuhannya aja yg mau diselami berap lama dan seberap dalam

  20. Reply

    Anni NS

    September 12, 2021

    Yay! Congratulations kak ikut senang sekaliπŸ˜ƒ foto yang kemudian digambar atau dilukisnya juga bagus banget.
    Diving adalah salah satu impian aku yang belum terwujud. Aku suka sekali berenang juga menyelam, tapi baru sampai snorkling dan free dive aja. Belum sampai dapat dan punya lisensinya, padahal mau banget sih hehe. Dengar2 biayanya cukup mahal juga ya kak, dan PADI memang yang sudah terkenal bagus dan berkualitasnya ya, dan lalu bagaimana dengan penyelam bermata minus, ada alat khusus untuk mereka juga ya kak..maap banyak tanya ya hihi..makasih sharingnya ya dan cerita perjananan menyelamnya sungguh luar biasa. Super amazing!!!⭐⭐⭐⭐⭐⭐

  21. Reply

    Diah Sally

    September 12, 2021

    Lisaaa selamat yaa. Aduh aku jadi pen belajar diving juga dongs. Butuh budget berapa kira2 kalau mau belajar diving sist? Mau nabung dulu wkwk

  22. Reply

    Mariaa

    September 12, 2021

    Selamat atas kelulusannya, Kak! Sekarang bisa diving di mana-mana setelah punya sertifikat ya. Seru banget cerita perjalanan sertifikasinya. Bikin kangen sama laut dan pantai deh.

  23. Reply

    Rara

    September 12, 2021

    Wah menarik sekali pengalamannya kak, aku jadi pengen untuk diving deh. Pengen cobain beginner dulu kali ya

LEAVE A COMMENT

Lisa Fransisca
Indonesia

Halo! Saya Lisa. Di blog ini saya akan bercerita. Baik melalui rangkaian kata, coretan gambar, maupun foto-foto yang diabadikan saat melakukan perjalanan.

Archives
Part of
Kubbu Network
Blogger Perempuan