Review Travelling

Cat Cafe, Tempat Bersantai di Penghujung Hari

on
September 9, 2019

Walkin’ thru the sleepy city
In the night it looks so pretty
Till I got to the one cafe
That stays open night and day… ♪

The Rolling Stones – Sleepy City

Bulan mengintip malu di sela-sela dedaunan. Gelap merekat ke sisi. Jarum jam belum melewati angka 10. Tetapi, kondisi jalan sudah terlihat sepi. Hanya satu dua kendaraan bermotor yang lewat. Juga, sebuah warung makan yang riuh dengan canda tawa sekumpulan anak muda.

“Betah ya di sini. Tenang, nyaman. Kira-kira Chiang Mai kayak gini enggak ya?” Tanyaku pada Merin. Esok hari kami memang berencana mengunjungi kota tersebut.

“Kayaknya lebih rame sih. Chiang Mai kan kota budaya dan adventure.” Jawabnya.

Aku dan Merin kembali menyusuri bahu-bahu jalan Chiang Rai. Mengenang kejadian-kejadian lucu yang terjadi dalam perjalanan menuju Golden Triangle dan Donsao tadi. Juga, asyik membicarakan hari yang kami habiskan di Chiang Rai, si sleepy city.

***

Sore hari, sekitar pukul 6, kami kembali ke Terminal Bus Chiang Rai. Perjalanan panjang menuju Golden Triangle cukup menguras tenaga.

“Lelah… Mau kemana nih kita?” Tanya Merin.

“Bebas, tapi enggak mau balik ke hotel. Takut mager.” Jawabku.

Kami menyisir deretan pertokoan di dekat terminal bus. Hanya beberapa toko yang terlihat buka. Termasuk ruko-ruko yang menyediakan jasa pijat.

Tiba-tiba, persis di perempatan jalan, langkah kaki terhenti. Sebuah kafe menyita perhatian kami. Aaaah, kuciiingggg! Aku dan Merin berpandangan. Senyum menyeringai menghiasi wajah. Merin mengangguk semangat, pun begitu denganku. Tanpa pikir panjang, kami membuka pintu dan melangkah masuk ke cat cafe.

Cat Cafe Cat n A Cup Chiang Rai

Cat ‘n’ A Cup

Ada berbagai menu makanan dan minuman dijual di cat cafe ini. Aku memesan segelas ice matcha latte. Sedangkan Merin memesan segelas thai tea serta sepiring pasta.

Cat Cafe Cat n A Cup Chiang Rai

Usai memesan menu pilihan, kami segera membuka sepatu dan kaos kaki. Kemudian, meletakkannya di rak yang telah disediakan di depan pintu masuk.

Aku membuka pintu kaca perlahan. Seekor kucing duduk dengan tenang di bibir pintu, seakan menyambut kedatangan kami. Beberapa yang lain sedang tertidur pulas di bantal-bantal duduk pengunjung. Adapula yang sedang bermain, tertidur di langit-langit, bermalas-malasan di dalam rumah mungil mereka. Pun, adapula yang memasang tampang angkuh karena berkali-kali menjadi model foto.

Cat Cafe Cat n A Cup Chiang Rai

Hahaha, tingkah mereka menggemaskan sekali! Ajaibnya, rasa lelah kami seakan hilang.

Cat Cafe Cat n A Cup Chiang Rai

Cat Cafe Cat n A Cup Chiang Rai

Uniknya, di tembok bagian belakang, terpajang foto-foto serta nama kucing kafe ini.

Cat Cafe Cat n A Cup Chiang Rai

Suasana cat cafe sore itu begitu tenang. Semua orang terlihat bahagia, bercengkerama bersama hewan mungil yang menurut penelitian bisa melepaskan hormon oksitosin. Hormon yang dipercaya berfungsi menciptakan perasaan tenang dan rileks.

Seekor kucing berjenis British Shorthair Calico berjalan mendekati meja kami. Ia menarik rok Merin dengan kaki depannya, kemudian terlelap di sana. Merin dan aku hanya berpandangan, lalu tertawa. Mungkin ia nyaman berada di sana. Hahaha.

Kami biarkan ia pulas dalam lelapnya. Sedangkan Merin dan aku kembali asyik memerhatikan tingkah lucu kucing di kafe ini. Ah, damai sekali rasanya di sini.

Cat Cafe Cat n A Cup Chiang Rai

Tak terasa jam terus bergerak. Kini jarumnya tengah menunjukkan tepat pukul 8 malam. Merin mengajak untuk segera ke Night Bazaar dan kembali ke hostel.

Chiang Rai Night Bazaar

Jarak dari Cat ‘n’ A Cup ke Chiang Rai Night Bazaar hanya 1 kilometer. Banyak barang dijajakan di sana, termasuk beberapa pakaian yang kental dengan suasana etniknya.

Chiang Rai Night Bazaar memiliki lahan cukup luas dengan pengunjung yang terbilang ramai. Uniknya, ada 2 kawasan untuk menikmati makan malam di sini. Kawasan pertama bernuansa “Thailand banget”. Beberapa pemain musik melantunkan lagu-lagu Thailand di atas panggung.

Di pelataran, sekerumunan orang membentuk sebuah lingkaran besar. Mereka menari mengikuti irama dan gerakan yang dicontohkan oleh penari di panggung. Merin dan aku mendekat. Kemudian, disambut dengan hangat oleh penduduk lokal untuk menari bersama. Iseng, kami mengikuti gerakan kaki dan tangan mereka meski gerakan kami banyak yang salah.

Cat Cafe Cat n A Cup Chiang Rai

Di kawasan lain, menawarkan nuansa “Western” dengan iringan lagu-lagu bernuansa country.

Suasana hangat begitu terasa malam itu. Sayangnya, malam semakin larut dan kami harus kembali ke hostel. Mengingat esok kami harus melakukan perjalanan dari pagi hari.

TAGS
RELATED POSTS
29 Comments
  1. Reply

    Ratna Farida

    September 10, 2019

    Jadi benar ya cafe kucing ini. Temen aku khan suka banget sama kucing suka cerita.
    Hmm.. tapi kalo aku nggak bakalan masuk Mba, aku parno sama hewan hehe..

    Tapi seru ceritanya, suka baca cerita siapapun yang ngebolang ke mana aja jadi tahu setiap tempat di ujung dunia selain Indonesia.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      September 11, 2019

      Hi, Kak. Terima kasih ya.

  2. Reply

    Mrs.kingdom17

    September 10, 2019

    Wahh alur ceritanya menarik banget mba, awalnya aku kira cerita novel gitu, ehh ternyata tentang travelling yang dikemas dengan sangat menarik, saking menariknya ehh tiba-tiba udah kelar aja. Btw, aku bukan penggemar kocheng, tp kog kyknya seru ya minum minum cantik ditemenin kocheng…

    • Reply

      Lisa Fransisca

      September 11, 2019

      Iya, seru. Terima kasih, Kak.

  3. Reply

    Putri Reno

    September 10, 2019

    Wah cafe kucing. Pasti nyaman sekali berada disana. Kucingnya lucu lucu. Apakah kucing di sana suka usil minta makanan para tamu. Atau memang mereka punya makanan sendiri jadi udah ga suka makanan tamu.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      September 11, 2019

      Kebetulan kucingnya enggak usil minta makanan tamu.
      Mereka punya makanan khusus & ada aturan enggak boleh kasih mereka makan selain catfood yang bisa dibeli di kafe.

  4. Reply

    nia devy

    September 10, 2019

    Kucingnya lucu- lucu bangeeet, nyaman juga tempatnya. Cozy gitu cocok buat cat lovers

    • Reply

      Lisa Fransisca

      September 11, 2019

      Iya Kak, cozy banget tempatnya.

  5. Reply

    Tuty prihartiny

    September 10, 2019

    Untuk yang biasa berakrab-akrab dengan kucing, cat cafe sesuatu banget ya kaklis. Dan semoga mereka pun nyaman di tengah kita. Kalau di Jakarta, ada juga ndak kak, cafe sejenis ini?
    Btw.. foto2 mu kak…. makin kerennnn

    • Reply

      Lisa Fransisca

      September 11, 2019

      Terima kasih, Kak Tuty.
      Di Jakarta sekarang udah mulai banyak juga kafe kucing.

  6. Reply

    feMz

    September 10, 2019

    Kirain isinya kucing2an tau kucing beneran ya. Trus kucingnya jd rebutan gitu ga si? Apalagi pas pengunjungnya banyak.

    Pas kita makan atau minum kucingnya rese ga? Haha

    • Reply

      Lisa Fransisca

      September 11, 2019

      Enggak rebutan, Kak. Karena di kafe ini ada peraturan mengutamakan kenyamanan si kucing.
      Kucingnya juga enggak rese, hehe.

  7. Reply

    Iqbal

    September 12, 2019

    Waduh kapan ya saya bisa ke Chiang Mai… Kota ini rasanya sudah dengar sejak kecil, rasanya adalah salah satu kota yang ada di Monopoli. Lisa beruntung bisa ke sana

  8. Reply

    Cha

    September 13, 2019

    Seru banget cafenya banyak kucing, boleh dibawa pulang gak? Hihi

  9. Reply

    Nur Husna Annisa

    September 13, 2019

    Kiraian namanya doang yang cafe kucing, ternyat ada kucing-kucingnya.

  10. Reply

    Kartini

    September 14, 2019

    Lisaaaa atuhlah gemas sekali ini kafeee… aku pasti bisa seharian kalo masuk kafe ini. Pen nangis gembira liatnyaa duh kucing everywhere.. aku suka banget kucing.
    Tadi sempet penasaran, loh kok sepatu dibuka tumbenan. Ooh ternyata yaa begitu yaa emang harus dibuka. Aduh kucing.. pengen peluk 😀

  11. Reply

    Omed

    September 14, 2019

    Seru liatnya tuh cafe.. Eh di Jakarta selatan kayaknya ku pernah liat cafe kucing juga tai lupa namanya…

  12. Reply

    Dian Restu Agustina

    September 14, 2019

    Kafe ini wajib dikunjungi para pecinta kucing ..damai pasti di sini.
    Aku suka kucing tapi gak pernah punya di rumah. Kakakku 2 orang pengidap asma dan sekarang anakku dua-duanya punya asma juga.
    Aku pasti hepi kalau ke Cat Cafe ini

  13. Reply

    Diah Sally

    September 14, 2019

    Ihh seru banget yaa, waktu itu aku pernah denger di On the Spot kalau ada cafe macam ini juga di Jakarta kalau ga salah Jakarta bagian ujung.

    Ngeliatnya aja asyik apalagi datang langsng yaa. Anyway tulisan kamu bagus kak. Suka ❤️

  14. Reply

    Febi

    September 14, 2019

    Haha, karena aku suka kucing kl aku di posisi mba, pasti aku bakal juga kegirangan.. tapi kl mba kn sm temennya kegirangan berdua.. tp kl aku, pasti aku doang yg kegirangan krn travelmate aku takut kucing :p

  15. Reply

    Muti

    September 14, 2019

    Waktu baca deskripsi post nya kupikir ini review cat cafe di Bandung, ternyata……jauh….hahaha….suasananya seru yah di sana, bisa ketemu sesama pecinta kucing juga

  16. Reply

    Puspa Harahap

    September 14, 2019

    Aku udh lama banget pengen ke kafe ini blm jadi jadi.. huuuu… Makin pengen nih jadinya. 😭Sebagai pecinta kucing wajib nih

  17. Reply

    airin

    September 14, 2019

    Aku pikir itu kucing beneran. Ternayata cuma foto toh? mantap deh kak, mau terbang takut kabut asap. Hahaha

  18. Reply

    Inez Dwijayanti

    September 15, 2019

    Wah makasih.
    Jadi Tau Ada kafe yg Ada kucingnya bs stress relieve.

  19. Reply

    Suci Margi Pangesti

    September 15, 2019

    Kak, aku lihat nama cafenya aja bisa dipastikan ga akan masuk. Apalagi setelah lihat begitu banyaknya kucing berkeliaran bebas. Bisa nangis doang akutuh.

  20. Reply

    Nunik Utami

    September 15, 2019

    Ya ampun itu nggemesin banget yaa kucingnya. Pengen banget ngelus2 yg abu2 tuh.

  21. Reply

    Lidya

    September 15, 2019

    Lucu juga ya kafenya sambil makan minum bisa ngelus & meluk kucing. Tapi kalau aku pasti gak akan masuk bisa triak-triak hihihi. Kalau sama kucing gak takut tapi kalau didatangin aku baru takut

  22. Reply

    Yunita Tresnawati

    September 15, 2019

    Meski bukan pencinta kucing tapi ngeliat kafenya lucuk banget. Seru ihh jalan2nya

  23. Reply

    Ria

    October 8, 2019

    hi, thanks ya sudah mampir di blog saya… Duh, tuh kucing2 lucu amat… Kl sudah nongkrong di sana bisa2 mager beneran deh 🙂

LEAVE A COMMENT

Lisa Fransisca
Indonesia

Bercerita melalui rangkaian kata, coretan gambar, dan foto-foto yang diabadikannya saat melakukan perjalanan.

Archives
Part of
Kubbu
Blogger Perempuan
Instagram
Instagram has returned invalid data.

Follow Me!

Drawing Gallery
Instagram has returned invalid data.

Drawing Gallery