Culture Travelling

Waerebo, Indahnya Desa di Atas Awan

on
October 13, 2017

Neka hemong kuni agu kalo” – Jangan lupakan tanah kelahiranmu
(Pepatah Manggarai)

17-10-16-09-06-32-793_deco-01

Kuhirup dalam aroma teh yang disediakan mamak bagiku. Kutangkupkan jemari di gelas yang masih hangat, berupaya menampik dinginnya malam yang kian mendekap tubuhku. Dua jam lalu, akhirnya aku menjejakkan kaki di sini. Di desa yang sudah sejak lama menjadi salah satu destinasi impianku. Desa di atas awan. Waerebo.

***

Setelah melewati perjalanan naik, turun, berkabut, dan berliku-liku selama kurang lebih dua jam dari Denge, desa terakhir sebelum menuju Waerebo, akhirnya aku dan teman-teman tiba di Pos 3 atau yang biasa dikenal dengan Rumah Kasih Ibu. Perjalanan terbilang singkat berkat adanya ojek yang mengantarkan kami hingga tiba di Pos 1. Alasan menggunakan ojek sederhana. Tak ada seorang pun dari antara kami yang membawa senter. Padahal, jarum jam telah melesat melewati angka 3 dan kami harus tiba di Desa Waerebo sebelum malam menjemput.

P_20170814_144631_vHDR_On

7 Pesan masyarakat Waerebo yang terpampang di Pos 1

P_20170814_160223_vHDR_On

Pos 2: Poco Roko. Pos ini ditandai dengan adanya pengaman besi yang berbatasan dengan jurang di sisi kiri.

Rumah Kasih Ibu ialah bangunan berbentuk rumah panggung dan beratapkan ijuk yang menyimpan sebuah alat musik tabuh berbentuk menyerupai kentongan dan harus dibunyikan sebagai tanda akan ada tamu yang datang ke Desa Waerebo. Mulai dari sini jugalah, aku dan teman-teman diberi wejangan untuk tidak mengambil gambar apapun hingga ritual doa Waelu’u selesai dilakukan.

P_20170814_165320_vHDR_On

Pos 3: Rumah Kasih Ibu

NIANG GENDANG

Setiba di pelataran desa yang terletak di ketinggian 1200 mdpl, kami diajak menuju Niang Gendang, atau dikenal juga sebagai Rumah Gendang. Bangunan ini merupakan pusat dari semua rumah di Desa Waerebo. Rumah Gendang memiliki dua bagian yang berbeda fungsi. Rumah bagian belakang digunakan oleh para ibu atau wanita Waerebo untuk melakukan aktivitas siang dan malam, seperti memasak, mencuci piring, dan lain-lain. Sedangkan bagian depan digunakan untuk tempat tinggal para tamu dan sebagai tempat untuk melakukan musyawarah atau memecahkan masalah yang berkaitan dengan budaya adat Manggarai.

P_20170814_192456_NT

Mamak yang sedang menyiapkan makan malam

ADAT ISTIADAT DAN KEPERCAYAAN

Penduduk Desa Waerebo menganut agama Katolik. Meski demikian, mereka tetap memegang teguh adat istiadat dan tradisi yang diturunkan oleh leluhur mereka, Empo Maro, yang berasal dari Minangkabau.

Setelah rombongan kami berkumpul dan memberikan retribusi untuk menginap sebesar 325,000 per orang, ritual doa Waelu’u segera dilakukan. Dalam ritual ini, Pak Alex selaku Tua Golo* menyampaikan doa kepada leluhur agar para pengunjung yang datang menjadi bagian dari Desa Waerebo. Jadi selama di sini, kami tak lagi dianggap sebagai suku Jawa, Sumatera, atau yang lainnya, melainkan warga Waerebo. Tak hanya itu, beliau juga memohon keselamatan kepada para leluhur agar setelah pulang dari Waerebo, kami bisa kembali dengan selamat.

MBARU NIANG

Mbaru Niang atau yang biasa disebut “rumah kerucut” terdiri dari Niang Gendang, Niang Gena Pirung, Niang Gena Jintam, Niang Gena Maro, Niang Gena Mandok, Niang Gena Jekong, dan Niang Gena Ndorom yang masing-masingnya memiliki diameter yang berbeda-beda. Niang Gendang dihuni oleh 8 kepala keluarga, sedangkan Niang Gena dihuni oleh 6 kepala keluarga.

Masing-masing Mbaru Niang memiliki 5 lantai dengan fungsi yang berbeda-beda, yaitu:

Lantai 1 (Lutur) digunakan sebagai tempat hunian.

Lantai 2 (Loteng atau Lobo) digunakan sebagai tempat menyimpan hasil ladang, seperti kopi, jagung, padi, dan lainnya.

Lantai 3 (Lentar) juga digunakan sebagai tempat penyimpanan hasil ladang, apabila lantai 2 telah terisi penuh.

Lantai 4 (Lempa Rae) digunakan sebagai tempat menyimpan benih untuk musim tanam tahun berikutnya.

Lantai 5 (Hekang Kode) digunakan sebagai tempat menyimpan sesajen kepada leluhur. Tempat ini sangat disakralkan oleh warga Desa Waerebo. Dan, di lantai ini juga terdapat “Langkat”, benda yang digunakan untuk memohon perlindungan dari Yang Maha Kuasa dan para leluhur untuk para penghuni rumah serta tamu yang hilir mudik ke rumah.

P_20170815_065723_vHDR_On

7 Mbaru Niang yang mengelilingi compang

Ketujuh Mbaru Niang ini mengelilingi sebuah altar yang disebut compang. Altar ini disakralkan secara adat oleh penduduk Waerebo. Kami tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di sekitar compang, karena hanya orangtua yang siap memberikan sesajen kepada leluhur saja yang berhak naik ke altar tersebut.

MATA PENCAHARIAN

Mata pencaharian utama wanita Waerebo adalah menenun. Sedangkan mata pencaharian utama para pria ialah bercocok tanam. Di sepanjang jalur dari Pos 1 hingga gapura Desa Waerebo, aku menemukan tanaman-tanaman warga seperti kopi, kayu manis, dan lain-lainnya.

P_20170815_090903_vHDR_On

Biji kopi

P_20170815_094854_vHDR_On

Kayu manis yang siap untuk dijual dengan harga Rp 10,000,-/batang

Menurut Pak Bruno, pemandu kami selama di Waerebo, desa ini merupakan penghasil 3 jenis kopi, yaitu Robusta, Arabika, dan Kolombia. Kopi Kolombia yang dihasilkan ada 2 jenis, yaitu Kolombia merah dan kuning. Namun, perubahan cuaca yang begitu ekstrim tahun ini telah mengakibatkan gagal panen. Sehingga kopi yang bisa dihasilkan hanya jenis kopi Robusta dan jumlahnya pun tak seberapa.

P_20170815_075223_vHDR_On

Bermain dengan anak-anak Waerebo yang belum bersekolah. Karena di Waerebo tidak ada sekolah, anak-anak mengecap pendidikan di Desa Kombo.

Langit semakin temaram. Usai menyantap makan malam dan bersenda gurau dengan para tamu di Mbaru Niang, aku memutuskan untuk keluar dan mengintip kondisi desa di malam hari.

Kukenakan sandalku yang tengah berjejer rapi di pintu masuk ke kaki. Kususuri rerumputan gelap. Ditemani desau angin yang membuat tubuhku semakin bergidik.

Sunyi malam membuatku bungkam. Imajinasiku meliar. Ingin kusapa setiap sudut gelap yang semakin pekat, namun urung kulakukan. Aku harus menjaga lisan dan tabiatku di sini. Ini bukan teritorialku dan aku sadar harus menghormatinya. Tiba-tiba, kejadian sore tadi melintas di benakku. Saat anak-anak desa mendatangiku setengah berteriak.

“Mana permennya?!” Seorang anak laki-laki berusia sekitar 5 tahun menengadahkan tangannya padaku. Kelima temannya yang lain berdiri rapat di belakangnya.

“Aku nggak punya permen.” Terkesiap, aku menjawab pertanyaan mereka.

“Mana uangnya?!” Tanyanya lagi sambil menengadahkan tangan.

“Aku juga nggak punya uang.” Aku masih menjawab dengan santai.

“Dia nggak punya uang! Dia nggak punya permen! Huh!” Sambil mengepalkan tangan, ia melayangkan tinju ke udara.

Aku tersenyum kecut. Kubiarkan mereka pergi ke arah yang berlawanan denganku. Kemudian, kuhampiri seorang temanku yang sedang tertawa di sana.

“Kenapa lo ngasih mereka permen? Gue tadi dipalak sama mereka.” Tanpa basa-basi, aku bertanya padanya.

“Kan nggak apa-apa. Cuma permen doang.” Ia menyengir.

“Kelihatannya sepele sih, cuma permen doang. Tapi nggak sopan kan mereka sampe berani malak pengunjung lho. Inget nggak abis upacara adat tadi Pak Martin bilang jangan kasih buah tangan apapun ke anak-anak di sini? Mereka dididik untuk kerja dulu, baru dapet hadiah. Orangtua mereka nggak mau anak-anaknya jadi tukang minta-minta.” Jawabku.

“Oh iya ya? Gue nggak denger. Ya udah, maaf deh.”

Ia memasang wajah menyesal, sehingga aku pun menjadi tak enak hati. Ah, andai saja ia memerhatikan setiap wejangan yang diberikan sesaat usai upacara adat Waelu’u sore tadi, mungkin hal ini tak akan terjadi.

Angin bersilir-silir membuyarkan lamunanku. Kurapatkan jaket yang sedari tadi membalut tubuh. Kupejamkan mata. Kusesap aroma udara segar yang mengitariku. Perlahan. Dan dalam.

Kutengadahkan kepalaku ke langit. Kudapati bintang berserakan di sana. Gilang-gemilang. Ah, meski tadi mengalami hal yang mengejutkan, namun desa ini benar-benar membuatku jatuh cinta. Dengan segala kesederhanaannya.

***
P_20170815_074856_vHDR_On

Matahari enggan menyapa kami pagi itu. Kabut tebal yang menyelimuti desa, jatuh merintik bagai hujan. Dingin. Namun, senyum dan sapa warga Desa Waerebo seakan menyusup hangat ke sanubari.

 

17-10-14-00-04-52-834_deco-01

Bersama Pak Alex, kepala adat Desa Waerebo

20170815_074630-01

Bersama Pak Bruno, pemandu selama di Desa Waerebo

Pagi ini, kami akan kembali melanjutkan perjalanan. Dan sesaat sebelum meninggalkan desa, Pak Alex menyanyikan sebuah lagu perpisahan yang membuat kami begitu terharu. Beliau melantunkannya dengan sepenuh hati, hingga rasa hangat seakan menjalar di tubuhku.

 

“Bilakah kita bertemuan rasa asing, sunyi, dan terpencil

Gunung, jurang, lembah hijau jernih

Yang menghiburkan hati duka…”

 

Terima kasih atas hangatnya sapa, indahnya warna, dan pelajaran berharga yang engkau berikan, desa di atas awan. Semoga suatu saat nanti aku bisa menyapamu kembali dalam tawa dan kesunyian malam. Moheee Waerebo!* 

 


*Tua Golo : kepala adat
*Mohe Waerebo : hidup Waerebo

TAGS
RELATED POSTS
0 Comments
  1. Reply

    Antin Aprianti

    October 15, 2017

    Pantesan rumahnya tinggi2 ternyata punya banyak lantai. Seru Ka perjalanannya, makasih udah berbagi cerita

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 16, 2017

      hi kak antin, terima kasih juga sudah mampir 🙂

  2. Reply

    Rizki Rakhmat Abdullah

    October 16, 2017

    besok otw kesana ahhh

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 17, 2017

      blogger hits beda emang, mau jalan tinggal bilang besok 😛

  3. Reply

    Johanes Anggoro

    October 16, 2017

    Wew, mahal juga ya dengan retribusi segitu. Namun sepertinya mahal itu ada alasan tersendiri, agar tidak terlalu banyak juga yg berkunjung kesana. Mengingat ketradisionalan mereka bisa saja pudar dg banyaknya orang asing yg masuk.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 17, 2017

      iya mas, cukup mahal tapi menurutku terbayar sih sama pengalamannya 🙂

  4. Reply

    tuty prihartiny

    October 16, 2017

    Lagi kangen suasana waerebo…pas banget nih tulisan keren kaklis..

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 17, 2017

      terima kasih kak tuty 🙂

  5. Reply

    Yani

    October 17, 2017

    Keren Lisa…

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 17, 2017

      terima kasih mbak yani udah mampir 🙂

  6. Reply

    kartinismayanti

    October 17, 2017

    Kak Lisa.. Asik banget perjalanannya. Pak Alex, sepertinya baik banget ya.
    Oya, aku suka banget baca 7 pesan dari warga sana. Tegas, tapi bersahabat

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 17, 2017

      iya kak kartini, asik banget! dan yes pak alex baik dan ramah.
      pesannya mencerminkan karakter masyarakat di sana 🙂

  7. Reply

    tirta

    October 17, 2017

    tulisannya seru ihhh.. pas bacanya kaya lg ada disana deh :))

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 17, 2017

      halo kak, terima kasih sudah mau mampir dan baca 🙂

  8. Reply

    tirta

    October 17, 2017

    tulisannya seru ihhh.. pas bacanya kaya lg ada disana deh :))

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 17, 2017

      halo kak, terima kasih sudah mau mampir dan baca 🙂

  9. Reply

    yunita tresnawati

    October 17, 2017

    aku suka paragraf pembukanya, dengan pepatah tradisi. deskripsi keindahannya juga lengkap sekali. hebat laah, jadi pengen ke sana

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 17, 2017

      makasih kak yunita. yuk ke waerebo

  10. Reply

    yunita tresnawati

    October 17, 2017

    aku suka paragraf pembukanya, dengan pepatah tradisi. deskripsi keindahannya juga lengkap sekali. hebat laah, jadi pengen ke sana

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 17, 2017

      makasih kak yunita. yuk ke waerebo

  11. Reply

    ndarikhaa rie

    October 17, 2017

    Lisssaa tulisanmu kece bgt ih informatif, baru tau, ad hubungannya Waerebo dan Minangkabau.. Jauhhhh yakkk

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 17, 2017

      ndariii, makasih ya 🙂
      iya, nenek moyang orang waerebo merantaunya jauh ya.

  12. Reply

    www.blogivan.com

    October 17, 2017

    Tulisannya bagus banget. Puitis. Seneng banget bacanya, Lisa.
    Sederhana dan mengalir. Sejenak, berasa pindah dunia dari Jakarta yang pengap, ke tempat yang sejuk nan indah.
    Fotonya juga cakep-cakep. Thanks for sharing, Lisa.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 17, 2017

      duh jadi enak dipuji content writer sekelas pak ivan, hehe
      terima kasih sudah mampir dan baca, pak 🙂

  13. Reply

    www.blogivan.com

    October 17, 2017

    Tulisannya bagus banget. Puitis. Seneng banget bacanya, Lisa.
    Sederhana dan mengalir. Sejenak, berasa pindah dunia dari Jakarta yang pengap, ke tempat yang sejuk nan indah.
    Fotonya juga cakep-cakep. Thanks for sharing, Lisa.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 17, 2017

      duh jadi enak dipuji content writer sekelas pak ivan, hehe
      terima kasih sudah mampir dan baca, pak 🙂

  14. Reply

    elsamartinalova

    October 18, 2017

    Selalu suka laaaah sm tulisan lilis. btw itu pak bruno kok mirip bg rokhan mas tua nanti yaaaa. hahaha

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 18, 2017

      beneran dipanggil lilis 😂😂
      wakaka iya ya kak, miriiip. bilangin bang rokhan ah haha

      • Reply

        Lisa Fransisca

        October 17, 2017

        terima kasih mbak yani udah mampir 🙂

  15. Reply

    elsamartinalova

    October 18, 2017

    Selalu suka laaaah sm tulisan lilis. btw itu pak bruno kok mirip bg rokhan mas tua nanti yaaaa. hahaha

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 17, 2017

      terima kasih kak tuty 🙂

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 18, 2017

      beneran dipanggil lilis 😂😂
      wakaka iya ya kak, miriiip. bilangin bang rokhan ah haha

  16. Reply

    taumyalif

    October 18, 2017

    Belum berhasil berkunjung kesini 😓

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 18, 2017

      yuk kak ke waerebo

  17. Reply

    taumyalif

    October 18, 2017

    Belum berhasil berkunjung kesini 😓

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 18, 2017

      yuk kak ke waerebo

  18. Reply

    sehatdinati

    October 18, 2017

    Leluhur mereka dari Minangkabau, Kak? Uwooow

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 18, 2017

      iyaa, jauh ya merantaunya

  19. Reply

    sehatdinati

    October 18, 2017

    Leluhur mereka dari Minangkabau, Kak? Uwooow

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 18, 2017

      iyaa, jauh ya merantaunya

  20. Reply

    Ning

    October 18, 2017

    Lisaaa, tulsannya bagus, aku kayak lagi berada di sana. Dan ternyata hal sepele pun dampaknya cukup besar ya buat anak-anak. Padahal cuma soal permen.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 18, 2017

      makasiiih kak ning!
      iya, sepele tapi bikin miris ya

  21. Reply

    achi hartoyo

    October 18, 2017

    ini salah satu destinasi impian banget. banyak nabung deh dari sekarang

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 18, 2017

      semangat menabung 💪

  22. Reply

    achi hartoyo

    October 18, 2017

    ini salah satu destinasi impian banget. banyak nabung deh dari sekarang

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 18, 2017

      semangat menabung 💪

  23. Reply

    arlindya

    October 18, 2017

    Barubtau rumah waeroba ada 5 tingkat. Keren ya udaj sampe waerebo aja.

  24. Reply

    arlindya

    October 18, 2017

    Barubtau rumah waeroba ada 5 tingkat. Keren ya udaj sampe waerebo aja.

  25. Reply

    arlindya

    October 18, 2017

    Baru tau rumah waeroba ada 5 tingkat. Keren ya udah sampe waerebo aja.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 18, 2017

      kebetulan, kak arlin haha

      • Reply

        arlindya

        October 18, 2017

        Bareng tim mana itu. Gak familiar mukanya.

        • Reply

          Lisa Fransisca

          October 19, 2017

          BPJ, kak. itu ada bang bye kan hehe

  26. Reply

    arlindya

    October 18, 2017

    Baru tau rumah waeroba ada 5 tingkat. Keren ya udah sampe waerebo aja.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 18, 2017

      kebetulan, kak arlin haha

      • Reply

        arlindya

        October 18, 2017

        Bareng tim mana itu. Gak familiar mukanya.

        • Reply

          Lisa Fransisca

          October 18, 2017

          duh anak bawang saya mah, bang

        • Reply

          Lisa Fransisca

          October 19, 2017

          BPJ, kak. itu ada bang bye kan hehe

  27. Reply

    ristiyantoblog

    October 18, 2017

    Udah suhu tektok, mainnya jauh pula. Luar biasa…

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 18, 2017

      makasiiih kak ning!
      iya, sepele tapi bikin miris ya

      • Reply

        Lisa Fransisca

        October 17, 2017

        ndariii, makasih ya 🙂
        iya, nenek moyang orang waerebo merantaunya jauh ya.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 18, 2017

      duh anak bawang saya mah, bang

  28. Reply

    Inez

    October 19, 2017

    emang betul tuh, ke lokasi apa pun, jangan kasih anak2 sekitar permen atau uang, krn nanti jd mendidik mereka kalo mau uang gak perlu kerja.
    mantap lisa jalan2 terus….
    http://www.belajaronlineshop.com

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 19, 2017

      iya, karena itu di waerebo para orangtua menyarankan pengunjung kalo mau ngasih uang atau permen ke orangtuanya aja. kalo anak2nya udah menyelesaikan sesuatu (contoh: buang sampah atau bebersih desa) baru orangtuanya yang ngasih ke anak. tegas, tapi mendidik.
      yuk nez jalan2 bareng 🙂

  29. Reply

    Inez

    October 19, 2017

    emang betul tuh, ke lokasi apa pun, jangan kasih anak2 sekitar permen atau uang, krn nanti jd mendidik mereka kalo mau uang gak perlu kerja.
    mantap lisa jalan2 terus….
    http://www.belajaronlineshop.com

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 19, 2017

      iya, karena itu di waerebo para orangtua menyarankan pengunjung kalo mau ngasih uang atau permen ke orangtuanya aja. kalo anak2nya udah menyelesaikan sesuatu (contoh: buang sampah atau bebersih desa) baru orangtuanya yang ngasih ke anak. tegas, tapi mendidik.
      yuk nez jalan2 bareng 🙂

  30. Reply

    Citra Rahman

    October 19, 2017

    Wow! Aku baru tahu kalau orang Waerebo ini nenek moyang dari Minangkabau. Dari bahasa, adat, dan agamanya sepertinya sudah jauh berbeda ya… Pengalaman yang menarik, Kak.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 19, 2017

      iya, kemarin pun aku nanya sama pemandunya kalau dari agama beda jauh. konon, agama yang dianut orang waerebo itu karena pengaruh portugis, ada misionaris yang menyebarkannya. mungkin ketika berpindah-pindah selama di flores (sebelum menetap di waerebo) mereka kena pengaruhnya.

  31. Reply

    Citra Rahman

    October 19, 2017

    Wow! Aku baru tahu kalau orang Waerebo ini nenek moyang dari Minangkabau. Dari bahasa, adat, dan agamanya sepertinya sudah jauh berbeda ya… Pengalaman yang menarik, Kak.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 19, 2017

      iya, kemarin pun aku nanya sama pemandunya kalau dari agama beda jauh. konon, agama yang dianut orang waerebo itu karena pengaruh portugis, ada misionaris yang menyebarkannya. mungkin ketika berpindah-pindah selama di flores (sebelum menetap di waerebo) mereka kena pengaruhnya.

  32. Reply

    Hayati Ayatillah

    October 20, 2017

    Ga nyangka lho ternyata rumahnya memang bertingkat-tingkat ya kirain cuman 1 tingkat z dan khasnya gt.. informatif, ka 😊

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 23, 2017

      makasih kak hayati 🙂

  33. Reply

    Hayati Ayatillah

    October 20, 2017

    Ga nyangka lho ternyata rumahnya memang bertingkat-tingkat ya kirain cuman 1 tingkat z dan khasnya gt.. informatif, ka 😊

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 23, 2017

      makasih kak hayati 🙂

  34. Reply

    lenifey

    October 21, 2017

    Keren kaak pengalaman nya ke waerebo 😍😍.. ternyata kita memang gabole cuek sama peraturan2 karena udah ada pesan dibalik semuanya..

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 23, 2017

      hi kak leni, makasih sudah mampir 🙂

  35. Reply

    lenifey

    October 21, 2017

    Keren kaak pengalaman nya ke waerebo 😍😍.. ternyata kita memang gabole cuek sama peraturan2 karena udah ada pesan dibalik semuanya..

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 23, 2017

      hi kak leni, makasih sudah mampir 🙂

  36. Reply

    Fajar Hidayat

    October 23, 2017

    salah satu destiniasi impian sy adalah ke warebo, terima kasih atas sharingnya

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 23, 2017

      sama2 mas 😊

  37. Reply

    Fajar Hidayat

    October 23, 2017

    salah satu destiniasi impian sy adalah ke warebo, terima kasih atas sharingnya

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 23, 2017

      sama2 mas 😊

  38. Reply

    Annisa

    October 23, 2017

    Woww waerebo keren! Gaya tulisannya beda deh Lis jadi seperti baca novel 🙂

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 23, 2017

      biar nggak bosen nis, hehe

  39. Reply

    Annisa

    October 23, 2017

    Woww waerebo keren! Gaya tulisannya beda deh Lis jadi seperti baca novel 🙂

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 23, 2017

      biar nggak bosen nis, hehe

      • Reply

        Lisa Fransisca

        October 29, 2017

        kalo ga nginap biayanya 250 ribu, bang

  40. Reply

    Kharina Windi

    October 27, 2017

    Waw seru banget kak pengalamannya, dibungkus sama tulisan dan foto² yg keren. Semoga kelak bisa kesana hehe.

  41. Reply

    Kharina Windi

    October 27, 2017

    Waw seru banget kak pengalamannya, dibungkus sama tulisan dan foto² yg keren. Semoga kelak bisa kesana hehe.

  42. Reply

    www.ekasiregar.com

    October 27, 2017

    wah… saya baru tahu kalau ternyata itu ada 5 tingkat ya…
    btw.. 300 rban itu kan utk menginap.. kalau gak nginap berapa?

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 29, 2017

      kalo ga nginap biayanya 250 ribu, bang

  43. Reply

    titi purwati

    October 28, 2017

    waerebo, keren kak,, mainnya jauh yaa kk ini 😄

  44. Reply

    titi purwati

    October 28, 2017

    waerebo, keren kak,, mainnya jauh yaa kk ini 😄

  45. Reply

    Kalena Efris

    October 28, 2017

    Tulisannya bagus kak lisaaa.. sukaaa, really, informatif banget. Baru tau kalo rumah di Waerebo bertingkat-tingkat. Apalagi kalo ngeliat rumahnya bukan bangunan modern, ga nyangka aja bisa sampe 5 tingkat.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 29, 2017

      unik ya rumahnya:)
      makasih kak kal

  46. Reply

    Kalena Efris

    October 28, 2017

    Tulisannya bagus kak lisaaa.. sukaaa, really, informatif banget. Baru tau kalo rumah di Waerebo bertingkat-tingkat. Apalagi kalo ngeliat rumahnya bukan bangunan modern, ga nyangka aja bisa sampe 5 tingkat.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 29, 2017

      unik ya rumahnya:)
      makasih kak kal

  47. Reply

    Siti Maria Ulpah

    October 29, 2017

    325per malam kak? Total biaya buat sampe kesana kira2 berapa ya? Biar ada persiapan gt hehehe abis kan selama ini terkenal mahal.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 30, 2017

      kalau pakai travel dari labuan bajo ke desa denge sekitar 100-200 ribu, tapi kalau sewa mobil sekitar 1 juta/hari. kita bisa tanya-tanya info di penginapan kok kak hehe

  48. Reply

    Siti Maria Ulpah

    October 29, 2017

    325per malam kak? Total biaya buat sampe kesana kira2 berapa ya? Biar ada persiapan gt hehehe abis kan selama ini terkenal mahal.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      October 30, 2017

      kalau pakai travel dari labuan bajo ke desa denge sekitar 100-200 ribu, tapi kalau sewa mobil sekitar 1 juta/hari. kita bisa tanya-tanya info di penginapan kok kak hehe

  49. Reply

    DiahSally

    October 29, 2017

    Woaah Keren! Informatif banget. Awal tahun enak nih kesana hoho

  50. Reply

    DiahSally

    October 29, 2017

    Woaah Keren! Informatif banget. Awal tahun enak nih kesana hoho

  51. Reply

    rivaihidayat89

    February 19, 2018

    *ternyata sudah lama ga mampir ke sini* 😀
    aku juga setuju, jangan ngasih permen atau oleh-oleh kepada anak-anak di tempat wisata. Kadang itu juga bisa ngrusak kehidupan sosial mereka.
    Sekarang 325ribu/orang yaa, terakhir baca artikel yang lain masih 250ribu/orang 😀

LEAVE A COMMENT

Lisa Fransisca
Indonesia

Bercerita melalui rangkaian kata, coretan gambar, dan foto-foto yang diabadikannya saat melakukan perjalanan.

Archives
Instagram
  • Mereka bilang aku hanya menghamburkan uang. Kubilang, ini hadiah untuk diri sendiri.
.
.
Ah biarlah, ini hanya soal perbedaan sudut pandang, bukan? 😎
.
.
#モノローグ #enjoylife #wilderness #neverstopexploring
  • Anak-anak Desa Garung
.
.
#humaninterest #humanphotography #terfujilah #village
  • Dulu, anggota genk babi adalah orang-orang yang suka makan babi. Semenjak negara api menyerang, banyak yang tak lagi menikmati daging merah. Tapi, semua tetap berteman. Tamat.
.
.
#welovebabi 😹 #drawing #doodle #illustration #unfaedah
  • Keresahan itu membuncah dalam benak. Bagaimana bisa mereka memberikan stigma negatif pada anak-anak broken home, self harm, & korban bullying? Ah, masyarakat kita sudah terlalu lama dibuai stereotype bodoh. Bukankah seharusnya anak-anak itu diberi apresiasi?
.
Sebuah cerpen fiksi yang berangkat dari keresahan pribadi. Iseng disajikan dengan sebuah ilustrasi sederhana. Sila mampir ke lisafrc.com & memberi kritik/saran (link hidup di bio).
.
.
#updateblog #fiksi #cerpen #ilustrasi #sekalikaliserius 😂
  • Iseng yang semakin konstan.
.
Selamat hari jadi ke-4, keluarga kedua!
.
.
#illustration #chibi #karikatur #tektokteam
  • Diving with manta ray
.
.
#iseng #watercolour #mantaray
Instagram Drawing Gallery
  • 36 of 365
.
Time doesn't heal. You heal yourself.
Inspired by ReLIFE.
.
.
#doodling #illustration #illust #drawing #artofinstagram #watercolor #イラスト #watercolour #お絵かき #今を大切に 😸
  • 2 of 365
Doraemon request by @erwan.as7sm .
.
#doraemon #watercolor
  • 1 of 365
.
Happy new year!
.
.
#illust #illustration #イラスト #watercolor
  • Fight AIDS, not people with AIDS 🤝
.
.
#worldaidsday #illustration #イラスト #copic
  • "Inside Someone's Head"
.
Inside a gulali girl's head you might never know. Don't judge a person by their appearance.
.
Watercolor on A4 paper 300gsm
.
.
@2madison_gallery @watercolor.illustrations @watercolor_daily #2madison_sayajuga #watercolor #watercolour #illustration #イラスト
  • Run into nothing
.
.
#drawing #copic #illustration #イラスト