Travelling

Menyeberangi Sungai Mekong ke Donsao, Laos

on
August 20, 2018

Tak lama tiba di Golden Triangle, aku dan Merin berniat untuk menyeberangi Sungai Mekong ke Donsao, Laos. Banyak orang mencoret kegiatan ini dari itinerary. Namun rasa penasaran yang tinggi, menyebabkanku dan Merin ingin mencobanya.

Menyeberangi Sungai Mekong

Di sepanjang jalan dari monumen Golden Triangle hingga pos polisi, ada banyak operator boat yang menjual jasa menyeberang ke Donsao, Laos. Siang itu, aku dan Merin yang terlihat bingung, dihampiri oleh seorang bapak. Pucuk dicinta ulam tiba. Ia menawarkan jasa menyeberangi Sungai Mekong. Aku dan Merin tersenyum, seolah mengiyakan tawarannya dalam hati.

Biaya menyeberangi Sungai Mekong yang ditawarkan operator ini adalah 250 THB per orang. Setelah membayar, pasporku dan Merin ditahan. Tujuannya agar kami kembali lagi ke Thailand. Kami juga diberikan life jacket dan sebuah petuah. Yakni, waktu yang kami miliki untuk mengeksplorasi Donsao hanya 30 menit.

This image has an empty alt attribute; its file name is lisafrc.com-Hall-of-Opium-2.jpg

Bersama operator boat

Hey, come, come!” Seorang laki-laki berkumis tipis bertubuh semampai mengajakku dan Merin turun menuju bibir Sungai Mekong. Boy namanya. Di bibir sungai, sebuah perahu kayu berukuran kecil telah menunggu kami.

Paradise Resort Casino, Myanmar

Kings Romans Casino, Laos

Golden Triangle merupakan kawasan penghasil opium terbesar kedua di dunia setelah Afghanistan. Opium yang berasal dari getah bunga poppy kemudian diselundupkan ke perbatasan negara melalui Sungai Mekong. Dilansir dari wikipedia, sungai sepanjang 4,880 kilometer ini mengalir dari Dataran Tibet melintasi 6 negara. Cina, Kamboja, Myanmar, Laos, Thailand, dan bermuara di Vietnam. Di kawasan Golden Triangle sendiri, Sungai Mekong bertemu dengan Sungai Ruak yang memisahkan Thailand, Laos, dan Myanmar.

Hal menarik yang kutemui saat menyeberangi Sungai Mekong ialah kasino di masing-masing perbatasan negara. Paradise Resort Casino di Myanmar dan Kings Romans Casino di Laos. Sedangkan Thailand tak memiliki kasino. Ia hanya memiliki Buddha Nawa Lan Tue, sebuah patung Buddha berwarna keemasan yang juga terletak di pinggiran Sungai Mekong.

Suasana Pulau Donsao, tampak dari Sungai Mekong

Pulau Donsao, Laos

30 menit berlalu. Perahu tengah merapat ke tepian kawasan Golden Triangle Special Economic Zone Laos. Tanda bahwa aku dan Merin telah menginjakkan kaki di negara yang berbeda. Dari atas perahu, kami melompat ke dermaga yang terbuat dari kayu dan drum yang mengapung. Tepat di sisi kiri, dekat dengan tangga, beberapa perahu berjajar rapi menghiasi dermaga.

Tak ingin membuang waktu lebih lama, aku dan Merin berpencar mengelilingi pulau. Tanahnya tandus, pepohonan pun terlihat gersang. Hanya jejeran pertokoan, beberapa mobil dan motor, serta 3 ekor sapi yang kutemui di sini. Di kejauhan, gedung-gedung tinggi terlihat samar.

Tiba-tiba aku teringat alasan kenapa Laos menjadi salah satu negara pemasok opium di Asia. Kemiskinan ialah penyebabnya. Penduduk Laos yang tak memiliki uang memilih untuk menjadi petani bunga poppy untuk bisa menghidupi keluarganya. Permintaan dan harga jual yang relatif tinggi menyebabkan mereka tergiur untuk membudidayakan bunga poppy.

Menurut Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan atau yang dalam Bahasa Inggris disebut United Nations Office of Drugs and Crime (UNODC), penanaman opium di Laos cukup stabil. Luasnya 5,700 hektare pada tahun 2015. Budidaya opium terbesar adalah di Laos bagian utara, yakni provinsi Phongsali, Xiangkhoang, dan Houaphan.

Aku menghampiri sebuah toko. Ada berbagai macam minuman dalam botol yang menarik perhatianku. Salah satunya, snake whiskey!

“Do you want to try it?” Sang penjual menawarkan minuman tersebut padaku sembari menyiapkan sebuah seloki.

“Thank you. But, I don’t drink alcohol.” Jawabku gugup, yang dibalas dengan tawa olehnya.

“Is this a real snake? Did you catch it by yourself?” Aku bertanya lagi.

“Yes, a real one. I didn’t catch it by myself. But, my friend did.” Jawabnya dengan Bahasa Inggris yang lancar.

Aku masih asyik melihat-lihat whiskey yang dijajarkan di depan toko. Sang penjual pun rela menjelaskan dengan begitu ramah. Tak hanya snake whiskey saja yang ada di sini. Melainkan juga opium whiskey, scorpion whiskey, gecko whiskey (and that was a big one!), bahkan ada juga tiger penis whiskey. Menurut penuturan sang penjual, penis macan adalah obat vitalitas bagi pria. Minuman ini merupakan salah satu obat tradisional dari Cina. Duh, kok sedih ya memburu macan yang populasinya langka untuk obat kuat. Hiks.

Tiger penis whiskey

Do you want to try this one?” Ia bertanya lagi padaku.

What for? So that I become strong?” Aku menjawab sembari tertawa, yang juga disambut tawa olehnya.

Donsao merupakan daerah perbatasan. Kita bisa menggunakan mata uang Laos Kip atau Thailand Baht jika ingin berbelanja di sini.

Cobra whiskey

Scorpion whiskey

Aku menghampiri jejeran toko lain. Di sana aku menemukan kopi, rokok, barang-barang kerajinan tangan, dan juga makanan ringan khas Laos yang dijajakan. Tak banyak toko yang buka saat aku mengunjungi pulau ini. Dagangan yang dijajakan pun tak begitu bervariasi. Snake whiskey ialah yang paling terkenal.

Berjalan ke bagian belakang jejeran pertokoan, terdapat sebuah stadion kecil. Sekilas, stadion ini tampak kurang terawat. Dari kejauhan, aku melihat seorang ibu beserta kedua anaknya sedang bercengkerama.

Tiba-tiba, anak laki-lakinya yang sekiranya berusia 4 tahun, datang menghampiriku. Ia hanya mengenakan sebuah kemeja kumal tanpa celana. Wajahnya terlihat lusuh. Kulitnya berwarna kecoklatan dan ingus terlihat menempel di bagian bawah hidungnya.

Ia menghampiriku sambil berkata-kata dalam Bahasa Laos. Aku yang tak mengerti, hanya terpaku.

Kemudian, ia menengadahkan tangannya padaku sambil memasang wajah meminta dikasihani. Eh? Minta uang? Aku bertanya-tanya dalam hati.

Lagi, ia berbicara dan menengadahkan tangan padaku. Aku menggeleng. Namun, ia tetap mengikutiku.

Perlahan, aku mengambil jarak darinya. Ia terus mendekati bahkan memegang erat gantungan kunci di tas kecilku. Aku tetap menggeleng sembari menarik tasku perlahan. Kutatap wajahnya, berharap ia mengerti maksudku kalau aku takkan memberikannya uang.

Mulai merasa tak nyaman, aku mengambil langkah untuk pergi. Petuah orang tua di Waerebo telah begitu melekat di benakku hingga saat ini. Jangan pernah memberi anak kecil uang atau permen secara cuma-cuma. Agar ketika besar nanti, mereka tidak tumbuh menjadi seorang peminta-minta.

Baca juga: Waerebo, Indahnya Desa di Atas Awan

Tak terasa, 30 menit sudah kami habiskan di Donsao. Aku dan Merin harus segera kembali ke negeri gajah putih.

Kulangkahkan kaki berjalan menuju dermaga. Di sana, Boy sudah menunggu kami. Aku menatap lekat pulau kecil ini.  Mengagumi kesederhanaan anak-anak yang tengah bermain dan tertawa lepas di dermaga.

Terima kasih, Donsao, untuk kesempatan melihatmu dari dekat.

Anak-anak Laos bermain di pinggir Sungai Mekong

TAGS
RELATED POSTS
62 Comments
  1. Reply

    DAYU ANGGORO

    August 20, 2018

    Kondisinya memprihatinkan yah, pantes banyak traveler yang gamau ke sana.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 21, 2018

      tapi pengalamannya priceless sih, bang dayu
      hehehe

  2. Reply

    Deny Oey

    August 20, 2018

    30 menit yang singkat dan luar biasa. Semoga sepulang dari sana Lisa jadi tambah kuat meski tidak minum obat kuat #eh..

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 21, 2018

      setidaknya sekarang udah punya link buat beli obat kuat, bang *eh 😀

  3. Reply

    Maria Widjaja

    August 20, 2018

    What an adventure, ya. Membacaartikel ini jadi teringat pepatah lama. Sekali mendayang, dua negara (bukan pulau lagi lho) terlampaui.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 21, 2018

      Iya. Terima kasih sudah mampir, Kak Maria

  4. Reply

    mutiara

    August 20, 2018

    “Petuah orang tua di Waerebo telah begitu melekat di benakku hingga saat ini. Jangan pernah memberi anak kecil uang atau permen secara cuma-cuma. Agar ketika besar nanti, mereka tidak tumbuh menjadi seorang peminta-minta.”

    Berbelas kasih tetap ada saat dan koridornya yah, Lisa.

    Anw, lucky you, itu si mas-mas nya ramah banget mau difoto-foto walo Lisa ga beli whiskey nya… Hehehe…

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 21, 2018

      Iya Kak Mut, am so lucky :’)

  5. Reply

    airin

    August 20, 2018

    Pengalaman yang luar biasa di sungai yang legendaris, sesama negara berkembang dan serumpun budaya jadi kehidupan sosial nya kurang lebih sama, nice experience…

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 22, 2018

      Iya, Kak Airin.
      Terima kasih sudah mampir yah.

  6. Reply

    Putri Reno

    August 21, 2018

    Akhirnya terbit juga. Seru ya pengalaman di dansao. Sedih liat beberapa binatang di awetkan untuk obat kuat. Perjalanan selanjutnya menyusuri sungai mekong seru tuh Kak Lis

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 22, 2018

      Iya Un, sedih liatnya.

  7. Reply

    Eka Rahmawati

    August 21, 2018

    Kayaknya seru juga ya jalan2 ke Laos. Hmm. Kalo dari Thailand berapa jam Kak sampai Laos?

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 22, 2018

      Sekitar 30 menit nyebrangnya, tapi hanya untuk singgah.
      Kalau mau main sepertinya harus melalui jalur darat atau udara, Kak. CMIIW.

  8. Reply

    Kartini

    August 21, 2018

    wah lis, aku baru tau tuh kalo ada whiski dari uler wkwkwk. ngeri juga yaa lis.
    aduhhh itu ngeliat uler ada di dalem botol aja udh ngibrit aku mah 😀 😀
    rasanya gimana tuh yaa ckck

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 22, 2018

      Duh Kar, aku juga nggak tahu rasanya. Enggak berani nyobain. Hahaha.

  9. Reply

    kelanakucom

    August 21, 2018

    Ceritanya menarik kak.Banyak banget informasi yang ku dapet dari tulisan kakak. Terima kasih sudah berbagi cerita. Sepertinya kalimat ini bakalan saya ikutin juga deh “Jangan pernah memberi anak kecil uang atau permen secara cuma-cuma. Agar ketika besar nanti, mereka tidak tumbuh menjadi seorang peminta-minta.”
    Harus belajar tega nih biar mereka belajar untuk ga jadi peminta-minta.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 22, 2018

      Iya Kak, kadang susah ya belajar tega. Tapi ternyata ini baik untuk membina karakter anak-anak. Ini kata tetua di Waerebo lho ya, hehe.

  10. Reply

    Yunita Tresnawati

    August 21, 2018

    Ihh koq aku geli yaa lihat ular-ular itu. Seru banget petualangan Lisa ke Golden Triangle nih

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 22, 2018

      Iya, Kak Yun. Seru dan priceless.
      Terima kasih sudah mampir.

  11. Reply

    Maya Nirmala Sari

    August 21, 2018

    Aduh ngilu ngeliat Tiger penis whiskey. kok ya bisa ketelen ya minum itu. Ga nyangka ternyata di Laos banyak tempat menarik.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 22, 2018

      Iya, Kak Mae. Aku juga nggak bisa ngebayangin nenggak minuman itu.

  12. Reply

    Nunik Utami

    August 21, 2018

    Kok aku cemas ya baca passport ditahan? Takut mereka “nakal” dan gak balikin passport, bahaya banget.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 22, 2018

      Ini memang untuk menghindari jadi penduduk gelap di Laos, Mbak Nunik 🙂
      Terima kasih remindernya ya.

  13. Reply

    Taumy

    August 21, 2018

    Pengalaman yang luar biasa melihat sisi lain sungai Mekong, meskipun hanya 30 menit. Tetapi lain kali, hati2 dengan paspor yang ditahan meskipun 30 menit karena itu adalah dokumen identitas kita.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 22, 2018

      Siap, Mas Taumy! Terima kasih remindernya.

  14. Reply

    Tuty prihartiny

    August 21, 2018

    Ternyata waktu tidak mesti berbanding lurus dengan pelajaran kehidupan ya Kakak Kancilku. Dalam 30 menit, Kak Lis melihat banyak dengan mata, hati dan pikiran, Sehingga ketika dituang dalam bentuk tulisan dari sungai Mekong ke Dansao bukan sekedar singgah.. Hebat euy kakak kancil

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 22, 2018

      Terima kasih, Kak Tuty.
      Ini berkat aku belajar banyak dari kakak :’)

  15. Reply

    Inez

    August 22, 2018

    Gile bener. Uler kobra dijadiin minuman. Racunnya bahaya gak tuh kalo keminum wkwkwk.
    Bener banget lis, anak kecil ga boleh dibiasain dikasi duit kaya gitu. Bikin mentalnya jadi kaya pengemis. Dia mesti melakukan sesuatu, bekerja misalnya untuk mendapatkan apa yg dia mau, bukan dengan colek-colek narik baju trus dapet duit!

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 22, 2018

      Mungkin bisanya sudah diambil terlebih dahulu ya, Nez. Hehe.

  16. Reply

    ristiyanto

    August 22, 2018

    “Menurut Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan atau yang dalam Bahasa Inggris disebut United Nations Office of Drugs and Crime (UNODC), penanaman opium di Laos cukup stabil. Luasnya 5,700 hektare pada tahun 2015. Budidaya opium terbesar adalah di Laos bagian utara, yakni provinsi Phongsali, Xiangkhoang, dan Houaphan.”

    Luas banget ya, gimana caranya pemerintah sana mengatasi perdagangan opium? Mumet pasti hahaha…

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 22, 2018

      Setahuku pemerintah Laos bekerja sama dengan negara2 ASEAN membentuk ASOD untuk memerangi narkoba. Tapi karena kemiskinan, penanaman & perdagangannya masih sulit untuk benar2 dihentikan. CMIIW.

      Kalau di Thailand sendiri, pemerintah secara persuasif mendekati masyarakatnya, melakukan edukasi, & mencari lapangan pekerjaan (seperti berladang kopi) untuk masyarakat (menurut pernyataan di museum opium Chiang Rai).

  17. Reply

    Antin Aprianti

    August 22, 2018

    Aku pernah denger whisky dengan hewan yang aneh-aneh itu, kok rada miris ya membunuh hewan buat obat kuat gitu. Semoga bukan hewan dari Indonesia yang ditangkap.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 22, 2018

      Iya Antin, miris ya 🙁

  18. Reply

    Firdaus Soeroto

    August 22, 2018

    Laos sepertinya unik juga untuk dikunjungi. Terima kasih ulasannya ya.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 22, 2018

      Sama-sama, Kak. Terima kasih sudah bersedia berkunjung.

  19. Reply

    achi hartoyo

    August 22, 2018

    Ternyata bisa ya nyebrang ke perbatasan Laos dari Thailand. Pas ke sana gak kepikiran, btw kok serem ya baca passport ditahan, itukan ‘nyawa’ kedua kalau ke luar negeri.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 22, 2018

      Karena ini hanya menyeberang, Mas Achi.
      Setahuku kalau memang mau ke Laos, bisa lewat jalur darat melewati perbatasan dan enggak ditahan passportnya. CMIIW.

  20. Reply

    Amelia

    August 22, 2018

    Walaupun kondisinya gak seperti yang dibayangkan selama ini, tapi jadi tambah penasaran ingin datang langsung kesana! Kayanya seru juga mencoba makanan atau minuman yang aneh-aneh disana

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 22, 2018

      Silakan, Kak 🙂

  21. Reply

    Citra Rahman

    August 22, 2018

    Perjalanannya seru banget, Kak Lisa. Tapi terlihat sepi pengunjung ya? Apa karena bukan akhir pekan?

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 22, 2018

      Aku berkunjung di akhir pekan, Bang.
      Kalau melihat kondisinya, sepertinya banyak yang melewatkan tempat ini. IMHO ya.

  22. Reply

    Ifa Mutia

    August 22, 2018

    Suasananya mirip mirip di perkampungan Indonesia ya.
    Aku bergidik lihat hewan hewan yang dijadikan campuran minuman.
    Sepertinya belum banyak wisatawan yang mengunjungi daerah ini, karena berita kriminalitas diantaranya perdagangan opium dan organ tubuh manusia.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 22, 2018

      Wah Kak Ifa, terima kasih infonya tentang perdagangan organ tubuh di Golden Triangle.
      Aku baru tahu lho, dan sepertinya menarik untuk dicari lebih lanjut informasinya.

  23. Reply

    Iqbal

    August 22, 2018

    wah Lisa perjalanannya seru bangeet… Edan ya Laos, segala dibuat Whiskey. Waktu turun kapal gak cap passport lagi itu?

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 22, 2018

      Enggak Bang, paspornya ditahan di Thailand.

  24. Reply

    Annisa

    August 22, 2018

    Wow, ku baru tauu. Unik ya Laos itu, apalagi whiskey nya.. Makasih Lisa infonya. Amazing!

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 22, 2018

      Iya Nisa, pulau kecil ini memang punya keunikannya sendiri 🙂

  25. Reply

    agusonpapers

    August 22, 2018

    sepi banget suasanannya dan ngfa terlihat eksotis….buat ekspedisi cocok ketimbang travelling kayanyaa….

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 22, 2018

      Iya Mas Gusrak, suasananya memang sangat sepi.

  26. Reply

    Rama Murtaba

    August 22, 2018

    Saya kok malah jijik ya liat penampakan yang katanya whiskey itu hahaha.
    Btw ternyata tempatnya juga kurang terawat ya. Salut sih sama kakak, karena mau travelling ke tempat tempat yang sejatinya tidak instagramable kayak gitu

    • Reply

      Lisa Fransisca

      August 22, 2018

      Kebetulan memang bukan pengejar foto-foto instagramable, Kak Rama. Hehehe.
      Terima kasih sudah mampir ya.

  27. Reply

    Dewi Setyowati

    August 22, 2018

    Senangnya punya kesempatan jalan2 sampai ke Golden Triangle. Seru ya Mbak.. pengalaman melihat kehidupan orang di negeri lain dengan segala keunikannya termasuk jenis2 minuman itu. Mereka ramah banget ya semua ditawarin hehehe..

  28. Reply

    Ndari

    August 22, 2018

    hmmm jadi ngebayangin itu perdagangan opium di atas sungai seluas itu? dan dikelilingi beberapa negara..bagus buat setting film action

  29. Reply

    Sally

    August 23, 2018

    Jalan”nya udah jauh banget euy kaa. Meni berani pisan euy kesana. Parah juga yaa berburu hewan langka, cuma buat dijdikan obat kuat. Wedan emang #miris

  30. Reply

    Wulan

    August 23, 2018

    Wahhh ngiluuu yaahhh, lihat ularnya di whiskey itu. Ahahahaha

  31. Reply

    lenifey

    August 23, 2018

    Okey wiski ular sama penis macan.. fix ngeri..
    Tega banget ya.. terus emang gak gimanaa gitu pas minum. Btw babang penjualnya baik banget mau di poto walau gak beli. Seru banget sih pengalaman perjalanannya. Aku bahkan gakepikiran pengen pergi sik kalo liat keadaannya.. salut banget sama kakak.. tapi pengalaman perjalanannya emang gakternilai banget sik..

  32. Reply

    Nasa

    August 24, 2018

    Wih pindah negara cuma nyebrang sungai. Unik bener ya areanya. Mau nyebrang sita pasport

  33. Reply

    jagbir sandhu

    August 27, 2018

    Usually, I never comment on blogs but your article is so convincing that I never stop myself to say something about it. You’re doing a great job Man. Best article I have ever read

    Keep it up!

  34. Reply

    Budi Setiadi

    August 27, 2018

    Itu sungai apa lautan? luas bangett.. Tapi sayangnya airnya keruh ya, andai airnya bersih pasti lebih banyak wisatawan yang datang kesana.

  35. Reply

    fajar

    September 9, 2018

    Dari pelajaran sejarah di bangku sekolah, sungai mekong adalah salah satu pusat awal peradaban laos

  36. Reply

    Cikasur

    October 21, 2018

    jauh bangeet jalan2nya di luar kebiasaan orang2
    sehat terus mbak

LEAVE A COMMENT

Lisa Fransisca
Indonesia

Bercerita melalui rangkaian kata, coretan gambar, dan foto-foto yang diabadikannya saat melakukan perjalanan.

Archives
Instagram
  • Dulu, anggota genk babi adalah orang-orang yang suka makan babi. Semenjak negara api menyerang, banyak yang tak lagi menikmati daging merah. Tapi, semua tetap berteman. Tamat.
.
.
#welovebabi 😹 #drawing #doodle #illustration #unfaedah
  • Keresahan itu membuncah dalam benak. Bagaimana bisa mereka memberikan stigma negatif pada anak-anak broken home, self harm, & korban bullying? Ah, masyarakat kita sudah terlalu lama dibuai stereotype bodoh. Bukankah seharusnya anak-anak itu diberi apresiasi?
.
Sebuah cerpen fiksi yang berangkat dari keresahan pribadi. Iseng disajikan dengan sebuah ilustrasi sederhana. Sila mampir ke lisafrc.com & memberi kritik/saran (link hidup di bio).
.
.
#updateblog #fiksi #cerpen #ilustrasi #sekalikaliserius 😂
  • Iseng yang semakin konstan.
.
Selamat hari jadi ke-4, keluarga kedua!
.
.
#illustration #chibi #karikatur #tektokteam
  • Merayakan hari jadi @tektok_team yang ke-4 di @bookland.cafe daerah Tanjung Barat. Tempatnya nyaman banget, makanannya enak, ada buku2 buat yang suka baca, dan harganya terjangkau. Congratsss Uni @d_iis untuk soft opening kafenya! 👏👏👏
.
Buat yang lagi lewat, yuk melipir. Hehe.
.
.
#booklandcafe #eatreadinspire
  • Diving with manta ray
.
.
#iseng #watercolour #mantaray
  • Rumah tempatku bernaung kau rusak.
Namun, kala ku mencari makan ke ladangmu, kau tembak aku dengan senapan.
Adilkah ini, wahai manusia?
.
.
Nuni, 2 m.o. 🐘
.
.
#whatiftheycantalk #nationalpark
Instagram Drawing Gallery
  • Fight AIDS, not people with AIDS 🤝
.
.
#worldaidsday #illustration #イラスト #copic
  • "Inside Someone's Head"
.
Inside a gulali girl's head you might never know. Don't judge a person by their appearance.
.
Watercolor on A4 paper 300gsm
.
.
@2madison_gallery @watercolor.illustrations @watercolor_daily #2madison_sayajuga #watercolor #watercolour #illustration #イラスト
  • Run into nothing
.
.
#drawing #copic #illustration #イラスト
  • Inside a gulali girl's head you might never know. Don't judge people by their appearance (someone said, not me 😂)
.
.
#copic #drawing #illustration #イラスト #コピック #eleutheromania
  • Found this gothic style illustration when tidying up my room. Made around 2007-2011.
.
.
#sketch #illustration #イラスト #ヴィジュアル系
  • となりのトトロ、トトロ
トトロ、トトロ
森の中に昔から住んでる🎶
.
.
#totoro #トトロ #sketch #drawing #fanart #ghibli