Fiction Health

Karin dan Deteksi Dini Tumor Payudara

on
May 13, 2018

Karena deteksi dini tumor payudara begitu penting bagi setiap wanita

Yayasan Kanker Indonesia - Deteksi dini tumor payudara

“Rara…, gue diduga kena tumor ganas payudara….”

Aku tersentak. Tak ada lagi kata-kata yang terucap melalui pengeras suara gawaiku. Suara itu menjelma sunyi. Hanya sesekali isak tangis terdengar. Aku masih merekatkan telinga pada gawai yang kugenggam, mendengarkan hening di seberang sana sembari menyiapkan tas kecilku, hendak menyusulnya.

Karin, ia duduk terkulai di bangku koridor rumah sakit. Seorang diri. Aku mendekatinya perlahan, kemudian duduk di sampingnya. Namun, ia tak menoleh. Tetap saja duduk tertunduk. Rambutnya yang terurai menutupi wajahnya yang basah dengan derai air mata. Karin, ia yang biasanya selalu tertawa, kini menangis pilu di hadapanku.

Kuraih badan Karin yang lebih mungil dariku ke dalam rangkulan. Ia tersentak, memandangiku sesaat, kemudian kembali membenamkan wajahnya dalam tangis tanpa membalas pelukanku. Tangannya bergetar hebat dan wajahnya begitu lusuh. Pun begitu dengan rambut panjangnya. Tatapannya yang hanya sepersekian detik terasa begitu memilukan. Nggak apa, Karin. Aku akan menemanimu di sini. Menangislah hingga kamu puas. Menangislah hingga air mata itu habis. Tapi setelah itu, berjanjilah untuk kembali tersenyum.

Aku masih ingat dengan jelas, saat empat bulan lalu Karin menceritakan hasil medical check upnya padaku. Ia terlihat cemas. Begitupun denganku. Sahabatku ini bukan seseorang yang mudah menceritakan apa yang ada di hatinya. Karena itu, aku hanya bisa menangkap apa yang ia rasakan lewat ekspresi yang tergambar dengan jelas di wajahnya.

“Ra, ada benjolan di payudara kiri gue.”

“Benjolan apa?” Tanyaku, berusaha tenang.

Ia menggeleng. “Nggak tahu. Disuruh dokter observasi dulu. Kalau menjelang dan sesudah menstruasi nanti benjolannya masih ada, baru disuruh periksa ke dokter bedah onkologi.”

Aku mengangguk sambil berusaha tetap tenang di depannya. Kemudian, aku tak pernah lagi menanyakan kondisinya. Ia akan bercerita pada waktunya, jadi percuma saja kalau aku tanyakan dan dia belum ingin menjawab. Ia hanya akan membalas dengan kalimat, “kasih tahu nggak yaaa,” sembari tertawa. Hahaha, aku sudah hafal dengan kebiasaannya.

Karin melepaskan rangkulanku. Ia kembali membiarkan helai demi helai rambutnya yang lepek menutupi wajahnya. Diraihnya sebuah map putih bertuliskan ultra sonografi, lalu diberikannya padaku.

Kesan:

Lesi solid dengan komponen mikrokalsifikasi dan nodul satelit kuadran inferomedial mammae kiri, suspek maligna.

“Maligna…?”

“Dugaan tumor ganas. Kata dokter, setelah biopsi nanti, jaringan tumornya akan dibawa ke patologi untuk tes lab. Kalau jinak, penanganan selesai. Kalau ganas, dilakukan lumpektomi. Jaringan di sekitar yang terkena sel tumor ganas ini akan diangkat. Tapi kalau sudah berkembang, gue harus dimastektomi alias payudara kiri gue akan diangkat. Setelah itu harus kemoterapi selama beberapa kali supaya sel kankernya nggak menyebar.” Karin menjawab dengan suaranya yang parau.

“Tetep tenang ya. Kalaupun harus operasi, semoga nanti semuanya bisa berjalan dengan baik. Udah bilang ke bokap nyokap?” Tanyaku memastikan.

Ia menggeleng.

“Rin, lo harus cerita ke mereka…”

“Lihat nanti ajalah. Udah ah, capek gue nangis. Yuk, pulang.” Karin kemudian membuang tatapannya dan berjalan menyusuri lorong rumah sakit ke pintu keluar. Ia segera memanggil taksi, memaksakan senyum padaku sembari melambaikan tangannya, dan berlalu.

***

“Ra, gue udah cerita ke bokap nyokap. Awalnya mereka kaget karena gue bilang mau operasi, terus tiba-tiba mereka nemenin gue ke yayasan kanker minggu lalu buat nyari second opinion. Baru kali ini nih, hahaha.” Karin bercerita saat jam istirahat makan siang. Wajahnya kini tak semuram kemarin, saat aku bertemu dengannya di rumah sakit.

“Ya iyalah, gue jadi bokap nyokap lo juga bakal kaget kali tiba-tiba anaknya bilang mau operasi. Terus, gimana hasilnya?” Tanyaku pada Karin.

“Tumor jinak, Ra… Kata dokternya enggak apa-apa. Tapi ya gue masih harus USG lagi sih buat mastiin.”

“Syukurlah bukan ganas… USG lagi?” Tanyaku, heran.

“Iya, biar lebih akurat aja sih. Bokap nyokap yang nyuruh, mereka skeptis banget kan sama dokter. Nggak tahu sih, gue sempet mikir apa karena kemarin gue USG 2 hari menjelang menstruasi. Kan sebenarnya nggak boleh tuh, tapi gue tetep di USG sama dokter radiologinya. Gue nanya sih waktu itu, tapi dokternya diem aja. Ini di yayasan kanker gue disaranin USG abis menstruasi. Kalau sebelum katanya nggak akurat.”

“Hmm gitu… Terus, gimana kemarin di sana?”

“Gila yaaaa, gue pas daftar, banyak bener pertanyaan yang harus diisi. Ada keluarga yang punya riwayat kanker enggak, merokok enggak, menstruasi teratur enggak, kapan terakhir kali menstruasi, udah bersuami dan pernah berhubungan badan enggak, dan lain-lain. Banyak bangetlah! Kayak lagi ngerjain soal ujian. Hahaha.”

“Terus?”

“Pas diperiksa dokter, dia bilang teksturnya solid, benjolannya kayak kelereng terusΒ mobile, dan batasnya jelas. Kemungkinan besar itu tumor jinak. Untung dokternya cewek. Gila, kalau cowok gue kan merasa ternodai sebagai perawan, hahaha.”

“Anjiiir! Geblek lo! Terus, itu penyebabnya apa?” Sembari tertawa, aku melemparkan tanya lagi pada Karin.

“Yang gue pernah baca sih ini sifatnya hormonal. Kata dokter yang nanganin gue sebelumnya, belum ada penelitian lebih lanjut penyebabnya apa. Tapi kata dokter yayasan kanker jangan keseringan makan micin, junkfood, dan ayam broiler, terus perbanyak buah dan sayuran. Duh, padahal micin sama ayam pedaging goreng kremes kan enak banget ya! Huhu.” Ia memasang wajah sok memelas.

“Ditambah, lo kan kalau stres demen banget makan ciki sama junkfood.” Tandasku.

“Ya gimana, gue kan generasi micin, cuy. AMI, alias anak micin Indonesia. Makanan di rumah udah kelewat sehat. Kalau camilan pun sehat, hampa hidup gue. Hahaha. Kemarin nyokap ngobrol sama dokternya. Tumor itu nggak ada obatnya, satu-satunya cara cuma diangkat alias operasi.”

Aku meringis mendengarnya. Operasi ya? Duh, mendengarnya saja sudah membuat bulu kudukku berdiri!

Karena mendengar cerita-cerita Karin, aku pun bertekad untuk mulai mengurangi konsumsi micin dan junkfood, agar hidupku lebih sehat. Karin pernah menyarankanku untuk lebih peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuhku. Sejak ia diduga terkena tumor payudara, ia menganjurkanku untuk melakukan deteksi dini tumor payudara dengan cara SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Juga, untuk mencatat jadwal menstruasiku.

Ternyata hal ini bukan hanya berfungsi untuk mengecek masa subur pada wanita yang memiliki program untuk hamil, tapi juga agar perempuan lebih peka terhadap perubahan hormon yang dialaminya saat Pre Menstrual Syndrome (PMS). Juga, untuk mengetahui apakah menstruasinya lancar atau tidak. Karena jika tidak lancar, bisa saja ada indikasi penyakit lain pada tubuhnya seperti miom, kista, dan yang lainnya. Dan sejak itu pula, aku mulai banyak mencari informasi mengenai penyakit ini lewat peramban.

SADARI (Periksa Payudara Sendiri)Β 

Salah satu cara untuk deteksi dini tumor payudara adalah dengan SADARI. Hal ini dapat dilakukan oleh wanita 7 hingga 10 hari setelah menstruasi, saat payudara tidak lagi membesar, mengeras, dan terasa nyeri. Hal ini harus dilakukan secara rutinΒ  setiap bulan oleh wanita yang sudah mengalami menstruasi.

Berikut langkah-langkah melakukan SADARI:

  1. Berdiri di depan cermin dengan lengan menjuntai ke bawah. Perhatikan apakah ada benjolan atau perubahan ukuran pada payudara.
  2. Berdiri di depan cermin dan angkat kedua lengan sampai berada di belakang kepala. Perhatikan apakah ada benjolan atau perubahan ukuran pada payudara.
  3. Angkat lengan kiri dan raba payudara dengan 3 jari tangan kanan (jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis). Lakukan gerakan memutar, atas ke bawah, atau tengah ke luar untuk meraba apakah ada benjolan atau tidak. Lakukan cara yang sama dengan lengan kanan.
  4. Tekan payudara ke arah puting. Perhatikan apakah ada cairan yang keluar atau tidak. Pria juga dapat melakukan SADARI dengan cara ini. Meskipun penderita kanker payudara pria tidak lebih banyak dari wanita.
  5. Berbaring dengan tangan kiri di bawah kepala. Letakkan bantal di bawah punggung dengan payudara menghadap ke atas. Raba seluruh permukaan payudara kiri dengan gerakan memutar dari tengah ke luar atau atas ke bawah dengan 3 jari tangan kanan. Ulangi cara yang sama untuk memeriksa payudara kanan.

Apabila ditemukan benjolan pada payudara, berusahalah untuk tetap tenang dan segera periksakan benjolan tersebut ke dokter. Biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) dengan catatan wanita tersebut tidak sedang dalam keadaan menjelang maupun sedang menstruasi. Sama seperti SADARI, sebaiknya langkah tersebut dilakukan 7 hingga 10 hari setelah menstruasi selesai dan payudara tak lagi mengeras, membesar, dan terasa nyeri.

1. USG (Ultrasonografi)

Menurut wikipedia, ultrasonografi ialah alat yang prinsip dasarnya menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang tidak dapat didengar oleh telinga. Alat ini dapat membantu deteksi dini tumor payudara, baik itu berupa tumor jinak, ganas, dan juga kista.

2. Mamografi

Mamografi merupakan pemeriksaan bagian payudara menggunakan sinar-X dengan dosis rendah. Pemeriksaan ini disarankan untuk wanita yang sudah berusia lebih dari 40 tahun. Sedangkan pada wanita muda jaringan payudara masih padat, sehingga tidak efektif untuk mendeteksi adanya sel kanker.

3. MRI (Magnetic Resonance Imaging)

MRI atau pencitraan resonansi magnetik adalah pemeriksaan yang memanfaatkan medan magnet dan energi gelombang radio untuk menampilkan gambar struktur dan organ dalam tubuh. Meskipun pemeriksaan MRI cukup nyaman karena hanya berbaring di dalam mesin, namun pemeriksaan ini memerlukan biaya yang cukup mahal.

FAM (Fibroadonema Mammae)

Fibroadonema Mammae (FAM) adalah salah satu jenis tumor jinak yang paling umum terjadi di payudara. Fibroadonema berbentuk bulat dengan batas tegas dan memiliki konsistensi kenyal dengan permukaan yang halus, serta ukurannya dapat membesar pada masa kehamilan. Penderita fibroadonema kebanyakan adalah wanita berusia antara 15-35 tahun.

Berikut gejala adanya fibroadonema:

  1. Benjolan tidak terasa sakit (seperti yang dialami oleh Karin).
  2. Berbentuk bulat dengan tepi benjolan yang jelas.
  3. Mudah digerakkan.
  4. Konsistensi benjolan terasa kenyal dan padat.

Kanker Payudara

Kanker payudara menjadi momok yang sangat menakutkan bagi setiap wanita. Bagaimana tidak? Di Indonesia, kanker payudara menempati urutan kedua penyebab kematian terbanyak pada perempuan setelah kanker leher rahim. Menurut data Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 per 100 penduduk atau sekitar 347.000 orang.

Semakin dini tanda dan ciri-ciri kanker payudara stadium awal dikenali, semakin mudah sel kanker tersebut dihilangkan dari tubuh. Kanker payudara stadium 0 biasanya belum menunjukkan tanda atau ciri apapun. Namun, pada stadium I sudah mulai bisa dikenali.

Ciri-ciri kanker payudara yang mudah diamati ialah sebagai berikut. Namun, jangan buru-buru panik jika menemukan tanda-tanda tersebut ya. Sebaiknya segeralah periksakan ke dokter, karena bisa saja ciri-ciri tersebut adalah karena adanya kista, tumor jinak payudara, mastitis, ataupun abses.

  • Munculnya benjolan keras atau tebal di payudara atau area sekitar ketiak.
  • Perubahan ukuran, bentuk, atau tampilan payudara.
  • Pembengkakan, kemerahan, atau warna kulit payudara semakin gelap.
  • Perubahan bentuk pada puting payudara, seperti menjadi bersisik, gatal, muncul ruam kemerahan, atau tertarik masuk.
  • Tekstur kulit payudara berubah (muncul kerutan atau menjadi kasar seperti kulit jeruk).
  • Puting mengeluarkan cairan berwarna bening, kekuningan, kecoklatan, atau bahkan darah.
  • Rasa sakit pada payudara yang tak kunjung hilang, bahkan saat memasuki masa menstruasi bulan berikutnya.
  • Bengkak di sekitar ketiak yang disebabkan karena pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Pembuluh vena terlihat pada payudara, akibatnya urat-urat di payudara terlihat dengan jelas.

Perbedaan ciri dan gejala tumor jinak dan tumor ganas memang kadang sulit dikenali. Untuk itulah, penting sekali untuk melakukan deteksi dini tumor payudara dan memeriksakan diri ke dokter agar penyakit ini bisa segera ditangani.

***

“Ra, tumor gue jinak. Ada kista juga tapi karena kecil dan isinya cairan, ntar bisa hilang sendiri dengan menjaga pola makan sehat. Barusan gue ambil hasil USG. Besok gue rontgen thorax sama tes darah, terus minggu depan operasi. Takut sih ngebayangin tubuh gue dibeset terus tangan gue disuntik jarum infus. Pertama kali dirawat inap nih.” Sore itu, Karin memberikan kabar padaku, yang spontan membuatku ikut merasa lega. Ia kemudian mengirimkan foto hasil USGnya padaku melalui whatsapp.

Kesan:
Lesi padat pada mammae kiri, BI-RADS 2 DD/FAM
Fibrokistik mammae dengan kista <1 cm multipel pada mammae kiri

“Syukurlaaah! Lega banget gue dengernya… Think positive ya cuy. Semangat!!” Hanya itu balasan yang kukirimkan padanya. Semoga operasi pengangkatan tumor jinak di payudaramu berjalan lancar, Karin.

TAGS
RELATED POSTS
79 Comments
  1. Reply

    Puteno

    May 13, 2018

    Wah tulisannya bermanfaat sekali. Sudah mengingatkan kita untuk SADARI. Duh Micin itu enak tapi….. seperti mawar indah yang berduri.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 14, 2018

      makasih uni! yuk lebih aware sama kesehatan diri sendiri πŸ™‚

  2. Reply

    iuef (Ayu F)

    May 14, 2018

    Lisaaaa… ini asyik banget, meski beberapa info terpaksa aku skip bacanya… yuk kita belajar infografis, biar makin asyik kasih infonya…

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 14, 2018

      makasih kak ayu! yuk, semangat belajar bareng!

  3. Reply

    taumyalif

    May 14, 2018

    Tulisan ini sangat bermanfaar buat para wanita dan para suami agar waspada tentang kanker payudara.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 14, 2018

      terima kasih, mas

  4. Reply

    tutyprihartiny06

    May 14, 2018

    Sukakkk dech cara KakLis menyampaikan info sepenting ini. Seimbang antara ilmu dan fiksi. Terimakasih KakLis membuat saya ‘sadar diri’…

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 14, 2018

      terima kasih, kak tuty! yuk semangat sehat πŸ’ͺ

  5. Reply

    Pena Kartini

    May 14, 2018

    Lisa, kreatif banget cara penyampaian informasinya dicombine dg sebuah cerita pendek.. makasi Lisa, tulisan ini penting banget πŸ™‚

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 14, 2018

      thankyou, Kar! jangan lupa SADARI ya, hehe

      • Reply

        Pena Kartini

        May 14, 2018

        Iyaa, Lisa!! Aku praktekin di rumah

  6. Reply

    Deny Oey

    May 14, 2018

    Lisa sedang mencoba menulis sesuai KBBI ya?
    Gawai, peramban, hhmm…
    Tapi bagus koq, menggabungkan cerpen dengan campaign tapi masih menarik untuk dibaca. Good job!

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 14, 2018

      hahaha ketauan ya, bang? ternyata menulis sesuai KBBI itu sulit ya.
      thanks anyway!

  7. Reply

    Dewi Setyowati

    May 14, 2018

    Waah manfaat sekali tulisannya.. tetapi tetep aja parnoan utk masalah yang begini2an.. wkwkwk.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 15, 2018

      iya ya mbak, memang masalah kek begini bikin parno sih

  8. Reply

    ristiyanto

    May 15, 2018

    Mbak, kok itu nyebut merek ayam goreng wkwkw…
    Anak zaman now jangan mau dong disebut AMI.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 15, 2018

      oh iya, astagaaa! aku edit ah πŸ˜€
      thanks bangris!

  9. Reply

    Antin Aprianti

    May 15, 2018

    Aku pikir ini cerita pendek loh pas awalnya, eh pas baca sampai bawah ternyata ada informasi penting banget untuk perempuan. Thanks sharingnya kak

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 15, 2018

      masama, kembaran! haha

  10. Reply

    dayuanggoro16

    May 15, 2018

    Sangat bermanfaat, tapi sedih juga sih pas baca cerita awal. Semoga temenya bisa sembuh yah Amin.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 15, 2018

      terima kasih, dayu! nanti saya sampaikan kepada ‘tokoh Karin’.
      beruntungnya tumor jinak itu diketahui sejak dini dan setelah operasi dia dinyatakan sembuh.

  11. Reply

    Diah Sally DSM

    May 15, 2018

    Ikut prihatin atas kejadian temannya yaa ka. Lekas sembuh untuk temannya.
    Ka Lisa asik banget pemaparannya. Tulisannya daging banget. Aku baru tahu ternyata itu bisa terjadi karena pola makan yaa.
    Ya ampun, jadi pengen bilang ke orang-orang untuk stop makan micin dan jadi AMI.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 15, 2018

      terima kasih, kakak MC! nanti salamnya disampaikan ke ‘tokoh Karin’ ya.
      keknya sekarang banyak ya kak penyakit yang dipicu karena gaya hidup gak sehat, tapi ya kadang ada juga kasus udah hidup sehat tapi tetap terserang penyakit.
      cuma gak ada salahnya kan, mencegah daripada mengobati πŸ™‚

  12. Reply

    Agusonpapers

    May 15, 2018

    banget pentingnya ini, kadang terabaikan dan sadar saat mulai terasa ada perubahan….share yang kaya gini mesti dishare kemana mana nih…

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 16, 2018

      terima kasih, mas

  13. Reply

    Novtalia

    May 16, 2018

    Cerpen berisi informasi kesehatan suka sama tulisannya…btw aku juga sempet mikir kena kanker payudara tapi setelah cari informasi sana sini untungnya enggak.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 16, 2018

      makasih, kak!
      iya, ada baiknya kalau kena vonis gitu coba cari second opinion biar ketemu solusinya dan dapat penanganan tepat.

  14. Reply

    Bang Yudi

    May 16, 2018

    Perlu dibaca nih oleh kaum hawa. Sehat pola makannya. Trus itu Karin gimna keadaannya skrng?.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 16, 2018

      karin sudah dinyatakan sembuh dari tumor jinaknya, bang yudi.
      btw nggak hanya kaum hawa lho, pernah juga ditemukan kasus kanker payudara pada pria.

  15. Reply

    swwmutiara

    May 16, 2018

    Jadi teringat momen bff gue sharing hal yang sama, jadi perempuan itu susah yah.
    Terimakasih ilmu SADARI nya Lisa. Anw, i love your story telling way di postingan ini, ngalir dan sesuai realitas banget. Thumbs up πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 16, 2018

      makasih kak muti! btw, gimana kondisi temannya sekarang? sehat2 kah?

      • Reply

        swwmutiara

        May 16, 2018

        Puji Tuhan, she’s fine now . Sehat selalu Lisa. Gbu.

        • Reply

          Lisa Fransisca

          May 16, 2018

          you too kak, sehat selalu & GBU!

  16. Reply

    Annisa

    May 16, 2018

    Gaya tulisannya baru yaa, kreatif dan makin bagus. Informasinya bermanfaat banget, Lisa. Thanks ya πŸ™‚

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 17, 2018

      thankyouu, nisa!

  17. Reply

    Ning

    May 16, 2018

    Lisa, tulisan kamu keren banget. Berasa baca novel, bahasanya bagus, & informatif banget.

  18. Reply

    Ning

    May 16, 2018

    Ah iya, semoga opeasi Karin sukses & cepet sehat & ceria lagi. Amin

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 16, 2018

      terima kasih, Kak Ning! nanti disampaikan ke ‘Karin’ ya.

  19. Reply

    Maya Nirmala Sari

    May 16, 2018

    Sehat sehat selalu buat Karin dan Lisa yaa.. Memang penting banget untuk mengenali tubuh sendiri. setiap muncul hal yang diluar kewajaran bisa langsung diketahui dan langsung minta saran dokter.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 16, 2018

      iya, setuju deh sama Kak Mae. sehat selalu juga, Kak πŸ’ͺ

  20. Reply

    Kalena Efris

    May 16, 2018

    Aku termasuk orang yang suka makan apa aja, Kak. Suka junk food juga, ga peduli banyak micin atau enggak. Baca ini jadi kepikiran, ternyata banyak yang harus di ubah dari pola makanku. Btw makasih yaa kak, informatif bangett.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 16, 2018

      sama2 Kak Kal, sehat selalu ya biar bisa nanjak banyak gunung. hahaha.

  21. Reply

    EkaSiregar.com (@bangekasiregar)

    May 16, 2018

    ini keren banget.. semoga banyak baca nih yang beginian…
    https://www.ekasiregar.com

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 16, 2018

      terima kasih, Babang

  22. Reply

    Yunita Tresnawati

    May 16, 2018

    Awalnya kukira cerpen, semakin ke bawah loh koq banyak sekali pengetahuannya. Memang kita nih perempuan suka ga perhatian sama kesehatan tubuh sendiri, lebih parahnya kaya aku gini yang takut menghadapi kenyataan makanya ga pernah general check up. Terima kasih infonya Lis

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 16, 2018

      sama2 Kak Yun. selalu jaga kesehatan yaaa.

  23. Reply

    Ifa Mutia

    May 16, 2018

    Keren tulisannya..seperti cerpen jadi info tang didalamnya jadi lebih menarik untuk dibaca, tidak kaku.
    Salut.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 16, 2018

      terima kasih, Kak Ifa

  24. Reply

    lenifey

    May 16, 2018

    Enak banget kak baca tulisannya.. informatif sekali..

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 16, 2018

      thanks KakLen

  25. Reply

    Muhammad Iqbal

    May 16, 2018

    Baru mau tanya…. Itu yg observasi dokter cowo? Eh ternyata cewe…
    Kalo cowo…. Hahaa

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 16, 2018

      tapi pada kenyataannya banyak kok dokter bedah onkologi cowok. dokter kandungan juga banyak cowok. hehe

  26. Reply

    Hayati Ayatillah

    May 16, 2018

    Semoga karin lekas sembuh ya 😊😊😊

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 16, 2018

      terima kasih, kakhay! nanti disampaikan.

  27. Reply

    airin

    May 16, 2018

    Informatif, keren

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 16, 2018

      thanks Kak Airin

  28. Reply

    Budi Setiadi

    May 16, 2018

    bermanfaat banget artikelnya..emang harus medcheck sih agar tau kondisi badan kita…

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 16, 2018

      iyes, bang. meskipun takut pastinya ya. terima kasih sudah mampir.

  29. Reply

    titi purwati

    May 16, 2018

    wah mesti ngurang2in micin sm junkfood niii

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 17, 2018

      duh padahal micin enak ya kak

  30. Reply

    Inez

    May 17, 2018

    seperti pernah dengar ceritanya….
    thanks buat sharingnya ya πŸ™‚
    https://helloinez.com

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 17, 2018

      hahaha thanks inez, ini memang fiction based on a true story πŸ˜‚

  31. Reply

    EkaRahmawatizone

    May 17, 2018

    Ini tulisannya dikemas dengan sangat apik. Aku suka hehhe. Terus informasinya lengkap lagi πŸ™‚

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 17, 2018

      terima kasih, Kak Eka πŸ™‚

  32. Reply

    nasa

    May 17, 2018

    Cerita dulu terus materi. Menarik.
    Informatif bget, aplgi gw yg g pernah baca hal bginian

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 18, 2018

      terima kasih, Nasa

      • Reply

        simukti

        May 26, 2018

        What ?

  33. Reply

    ekapsari99

    May 17, 2018

    Penting banget buat keep protect to our body yaa kak. Gal boleh cuek dan harus preventif. Thanks kak

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 18, 2018

      masama, Kak Eka. iyes, ga boleh cuek kalo sama kesehatan diri sendiri ya πŸ™‚

  34. Reply

    Arlindya

    May 17, 2018

    Tadinya kukira cerpen. Kreatif juga menyampaikan info dgn cara yg menarik

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 18, 2018

      thankyou, Kak Arlin!

  35. Reply

    elsalova

    May 17, 2018

    menarik sekali bahasannya, terimakasih ya deeek

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 18, 2018

      masama, Kak Chacaaa

  36. Reply

    Nunik Utami

    May 18, 2018

    Kalo udah ngomongin kanker, duuhh… ngeri banget. Perempuan memang seharusnya rutin mamogafi dan pap smear, untuk usia dan kondisi tertentu. Tapi kadang ya masih lalai.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 30, 2018

      iyes, mbak. dan untuk yang belum menikah juga sebaiknya rutin USG atau minimal SADARI ya, hehe.

  37. Reply

    Fajar Hidayat (@PangeranLelea)

    May 20, 2018

    yang penting endingnya berakhir bahagia yaa

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 30, 2018

      iya, mas. thanks sudah mampir!

  38. Reply

    Williana Nana (@willynana)

    May 28, 2018

    Gaya tulisannya bagusss, sukaa deh, jadi terkesima bacanya karena diawali dengan cerita kayak cerpen gituu hehe. Duh ngomongin tumor jadi inget pernah kena tumor tapi sudah diangkat, memang alangkah lebih baiknya mengikuti semua saran dokter sih karena dokter pasti juga berperan untuk ikut membantu menyembuhkan.
    Dan ternyata selain junkfood, micin juga bisa menimbulkan tumor ya? Astaga micin itu enak lohhh hahaha. Oh ya fyi, tumor jinak sering tumbuh di remaja kisaran usia 20-25an. Atau bisa disebabkan umur remaja kisaran kepala 2 tumbuh tumor karena terlalu banyak konsumsi mecin kali yaa?

    • Reply

      Lisa Fransisca

      May 30, 2018

      halo kak, terima kasih sudah mampir ya.
      iya ya tumor jinak sering tumbuh di kalangan remaja. mungkin karena hormonnya belum stabil ditambah usia segitu juga belum terlalu mikirin pola makan sehat dan olahraga teratur, maybe? just my personal opinion sih ini, hehe.

LEAVE A COMMENT

Lisa Fransisca
Indonesia

Bercerita melalui rangkaian kata, coretan gambar, dan foto-foto yang diabadikannya saat melakukan perjalanan.

Archives
Instagram
  • Iseng yang semakin konstan.
.
Selamat hari jadi ke-4, keluarga kedua!
.
.
#illustration #chibi #karikatur #tektokteam
  • Merayakan hari jadi @tektok_team yang ke-4 di @bookland.cafe daerah Tanjung Barat. Tempatnya nyaman banget, makanannya enak, ada buku2 buat yang suka baca, dan harganya terjangkau. Congratsss Uni @d_iis untuk soft opening kafenya! πŸ‘πŸ‘πŸ‘
.
Buat yang lagi lewat, yuk melipir. Hehe.
.
.
#booklandcafe #eatreadinspire
  • Diving with manta ray
.
.
#iseng #watercolour #mantaray
  • Rumah tempatku bernaung kau rusak.
Namun, kala ku mencari makan ke ladangmu, kau tembak aku dengan senapan.
Adilkah ini, wahai manusia?
.
.
Nuni, 2 m.o. 🐘
.
.
#whatiftheycantalk #nationalpark
  • Membuka foto-foto lama seperti membuka kembali ingatan akan perjalanan yang pernah dilalui. Kalian ngerasa gitu juga enggak sih?
.
Seperti yang tampak pada foto ini. Satu hal yang membawa ingatanku pada masa kecil dimana bermain ketapel dan masak-masakan adalah salah satu permainan yang begitu menyenangkan saat itu. Tak ada play station. Pun begitu dengan smart phone. (Duh, ketahuan deh umurnya πŸ˜‚).
.
Berbanding terbalik dengan masa kini ya? Walaupun tak dipungkiri, teknologi juga memberikan banyak manfaat dalam kehidupan.
.
.
#chiangrai #childhoodmemories #hilltribe
  • "The Battle of Shoulders" - Puri Fidhini
.
.
#artjakarta2018