Travelling

Bangkok, Menjelajahi Chatuchak Weekend Market

on
July 8, 2018

Ke Bangkok tanpa menjelajahi Chatuchak Weekend Market rasanya bagaikan ciki tanpa micin, Mickey Mouse tanpa Minnie,  aku tanpa kamu. Tak lengkap. Yah, setidaknya begitulah kata-kata yang sering kudengar dari orang-orang yang sudah pernah ke Bangkok. Penasaran dengan makanannya yang enak dan barang-barang unik apa saja yang dijual di sana, aku dan Merin memutuskan untuk menjelajahi tempat ini saat singgah di Bangkok.

***

Kalian percaya enggak sih dengan kalimat yang selalu bilang bahwa ucapan adalah doa? Hal ini terjadi padaku. Setahun yang lalu, aku pernah iseng berucap kalau sudah menginjakkan kaki di Flores, aku ingin menginjakkan kaki di negara lain. Aku juga pernah berkata ingin ke Thailand, tapi enggak mau menetap di Bangkok karena sudah terlalu ramai dan mainstream. Dan voilaaa, terjadilah hal itu! Thailand benar-benar menjadi negara pertama yang kujelajahi semenjak aku mengantongi paspor setahun yang lalu.

Namanya sebuah perjalanan, tentu ada banyak cerita menarik di dalamnya. Mulai dari hampir gagal karena aku harus fokus menjaga kondisi kesehatan, harga tiket pesawat yang semakin membubung tinggi, temanku Hayati yang terserang tifus, Merin yang terancam tidak mendapat persetujuan untuk cuti, dan masih banyak lagi. Ini baru persiapan, tapi kok sudah banyak sekali aral melintang? Aaarghh! Padahal perjalanan ini dirancang sekaligus untuk merayakan ulang tahunku dan Hayati yang hanya berbeda satu hari di bulan Maret. Hiks.

Hasil dari pemeriksaan kesehatan keluar dan menyatakan kondisiku baik-baik saja. Merin berhasil mendapatkan cuti, dan Hayati? Gawat! Ia malah dirawat di rumah sakit karena tifusnya tak kunjung membaik.

Tetapi, Hayati tetap positif bisa melakukan perjalanan ini –demi birthday trip di negeri orang (hahaha). Jadilah kami membeli tiket pesawat ke Thailand, memesan penginapan serta kartu SIM lokal, dan mencari informasi mengenai transportasi selama di Chiang Mai dan Chiang Rai. Ya, tujuan utama kami ke Thailand memang bukan untuk mengunjungi Bangkok, melainkan Chiang Mai dan Chiang Rai. Alasannya karena kota ini kaya akan nilai-nilai budaya dan tidak seramai Bangkok. Hayati yang awalnya memilih mengunjungi Phuket pun, akhirnya setuju dengan ide ini.

Hari keberangkatan tiba. Merin dan aku berangkat bersama menuju bandara. Kami merasa waswas karena tak ada kabar dari Hayati hingga saat pesawat hampir lepas landas. Maskapai dan jam penerbangan kami memang berbeda dengan Hayati. Kalau sudah tiba di Bangkok nanti, tentu akan sulit untuk saling memberi kabar. Kartu SIM lokal belum kami kantongi.

Aku dan Merin terus mencoba menghubungi Hayati. Baik melalui whatsapp maupun telepon. Namun, tetap saja tak ada kabar. Padahal ketika ditinggal rombongan di Labuan Bajo aku merasa biasa saja. Tapi kali ini, aku benar-benar merasa kesal. Bukankah lebih baik jika ia memberitahukan alasan pembatalan kepergiannya, daripada harus membiarkan kami menduga-duga? Kami juga tentu tak akan merasa kesal dan khawatir.

Tiga jam penerbangan telah dilalui. Kami pun tiba di Bandara Don Mueang. Yaay, Thailand! Merin dan aku segera mencari stand klook, kartu SIM lokal yang telah kami pesan melalui aplikasi google play. Tak perlu khawatir jika belum memesan kartu SIM, karena ada banyak pilihan kartu perdana dengan masa aktif, pulsa, serta paket internet sesuai dengan kebutuhan dijual di bandara dengan harga berkisar antara 149-299 THB. Setelah mengganti kartu SIM dan mendapati kenyataan bahwa Hayati masih belum memberi kabar, kami menuju ke left baggage office dan menitipkan carrier kami selama satu hari di sana dengan biaya 75 THB untuk satu tas. Sudahlah, lupakan saja dulu rasa kesal itu. Cause the journey must go on, right? 

Keluar dari terminal internasional, kami berjalan menuju pintu keluar dan mendapati antrian Bus A1 untuk menuju Chatuchak Weekend Market. Hanya dengan biaya 30 THB, kami tiba di surga bagi para penggemar belanja. Meskipun, tujuan utama Merin dan aku bukan untuk berbelanja, melainkan mengabadikan berbagai potret interaksi orang-orang di Chatuchak, melihat-lihat barang unik yang dijajakan, dan menikmati kuliner Thailand tentunya.

 

Chatuchak Weekend Market

Tiba di Terminal Mo Chit, aku dan Merin segera berjalan kaki sejauh kurang lebih 500 meter menuju Chatuchak Weekend Market. Awalnya kami sempat tersasar karena menaiki tangga menuju terminal. Namun akhirnya, kami menemukan jalan menuju Chatuchak setelah mengikuti beberapa orang yang menenteng koper berukuran besar.

Dengan tersasar, setidaknya kami punya sedikit gambaran bagaimana kondisi terminal dan cara memesan tiket Bangkok Mass Transit System (BTS). Lagipula, kalau memiliki waktu yang cukup, kami memang berencana untuk mengunjungi Bangkok Art and Cultural Centre (BACC) menggunakan BTS hingga Terminal Siam. Blessing in disguise, hehe.

Clock Tower; landmark Chatuchak Weekend Market yang dibangun tahun 1987

Chatuchak Weekend Market merupakan salah satu lokasi perbelanjaan terbesar di Bangkok. Barang-barang yang dijajakan pun beraneka ragam dengan harga yang sangat terjangkau. Bagiku dan Merin yang baru pertama kali mengunjungi tempat ini, kami sempat agak pusing dengan keramaian pengunjung dan teriknya sinar matahari yang seakan hendak memanggang kulit kami. Belum lagi jalan di tempat ini seakan tak ada habisnya karena begitu luas. Beruntung, kami sempat mencari tahu mengenai kondisi tempat ini dan mengunduh peta ke-27 section Chatuchak Weekend Market. Namun, karena tak memiliki waktu banyak, Merin dan aku hanya sempat mengunjungi beberapa section saja. Berikut bagian-bagian (section) di Chatuchak Weekend Market:

  • Makanan dan minuman : 2-4, 18, 23, 24, 26, 27
  • Busana dan aksesoris : 2-6, 10-26
  • Busana dan barang bekas layak pakai : 2-6, 22, 25, 26
  • Buku : 1-27
  • Furnitur dan dekorasi rumah : 1, 3, 4, 7, 8
  • Galeri dan benda-benda seni: 7
  • Handicraft: 8-11
  • Barang antik : 1, 26
  • Keramik: 11, 13, 15, 17-19, 25
  • Perlengkapan hewan peliharaan: 8, 9, 11, 13
  • Tanaman dan perlengkapan berkebun: 3, 4

Hari semakin siang. Cacing-cacing di perut kami mulai berontak meminta segera diisi makanan. Setelah berputar-putar cukup lama karena Merin lebih memilih menyantap makanan halal, kami menemukan Kah Jak, sebuah tempat makan kecil di section 18. Menu yang ditawarkan seperti seafood, ayam, sayur, dan menu halal lainnya dengan harga berkisar 50 hingga 100 THB. Harga yang cukup terjangkau bukan? Yang mengejutkan, ternyata sang penjual bisa berbahasa Indonesia. Wow!

Coconut ice cream, yang harus dicoba di Chatuchak Weekend Market

Usai menyantap makan siang, Merin dan aku mengunjungi section 7. Ada berbagai karya seni kontemporer seperti lukisan, patung, akrilik, dan lainnya terpampang di sini. Sejauh ini, section ini adalah favoritku. Melihat karya-karya ini sedikit mengobati hatiku dan Merin. Kami harus menggugurkan rencana mengunjungi Bangkok Art and Cultural Centre (BACC) dikarenakan waktu penerbangan yang tinggal menghitung jam.

Waktu telah menunjukkan pukul 2 siang, sedangkan penerbangan menuju Chiang Rai adalah jam 7 malam. Mengingat kondisi jalan di Bangkok sering dilanda kemacetan, pukul 4 sore kami sudah harus bertolak dari Chatuchak. Karena itu, kami tak jadi mengunjungi BACC yang kira-kira membutuhkan waktu 1 jam perjalanan pulang pergi dari Chatuchak.

Duh! Jikalau perjalanan pulang pergi saja sudah butuh 1 jam, berapa lama waktu yang bisa kami habiskan di sana? Sepertinya mustahil hanya menghabiskan waktu 15 hingga 30 menit di sebuah museum seni. Belum lagi perjalanan dari Chatuchak menuju bandara yang memakan waktu kurang lebih 20 menit. Ah sudahlah, mungkin memang belum saatnya kami mengunjungi BACC. Hiks.

 

 

Chatuchak Park

Aku dan Merin tak lagi memiliki tujuan untuk menjelajahi Chatuchak Weekend Market. Kami memilih menyerah karena sudah terlalu lelah. Sesungguhnya, kami memang tidak begitu suka berbelanja. Barang yang kami beli hanya oleh-oleh yang jumlahnya pun tak banyak. Ribet juga kan kalau harus berpindah-pindah kota dengan membawa banyak belanjaan? Hehe.

Untuk menghabiskan waktu, kami memilih beristirahat dan menikmati sore ditemani puluhan ekor burung tekukur di Chatuchak Park. Lokasinya hanya berjarak beberapa meter dari Chatuchak Weekend Market. Meski matahari bersinar terik, barisan pepohonan, rumput hijau, dan sebuah danau kecil cukup memberikan kesejukan bagi kami.

Jarum jam berdetak dengan cepat dan berhenti di angka 4. Kami beranjak dari rerumputan, meninggalkan puluhan teman-teman baru kami sang tekukur. Dalam perjalanan menuju Bandara Don Mueang, kemacetan Bangkok sore itu cukup membuat kami waswas. Untung saja kami tak memaksakan rencana perjalanan kami menuju BACC, sehingga kami bisa tiba pukul 5 lewat di bandara. Aku dan Merin segera bergegas menuju left baggage office. Mengambil carrier, kemudian check in untuk penerbangan selanjutnya menuju Bandara Mae Fah Luang, Chiang Rai.


1 THB = IDR 445 (Maret 2018)

TAGS
RELATED POSTS
48 Comments
  1. Reply

    Maria Widjaja

    July 9, 2018

    Sudah lama Thailand tak melintas dalam benak. Namun, membaca artikel ini membangkitkan kenangan akan perjalanan ke sana. Jadi pengen ngulang.

  2. Reply

    Derus

    July 9, 2018

    ngeliat taman di tengah kota gitu enak juga yaa, wah ini destinasi yg ditunggu-tunggu nih, lumayan buat belanja oleh-oleh hehehe

  3. Reply

    Maya Nirmala Sari

    July 9, 2018

    Lumayan bersih ya Chatuchak Park, adem pula. Jadi cocok banget setelah lelah menjelajahi Chatuchak weekend market bisa istirahat leyeh-leyeh di Chatuchak Park.

  4. Reply

    Deny Oey

    July 9, 2018

    Ditunggu cerita perjalanan berikutnya, Lisa.. 🤗🤗

  5. Reply

    Ifa Mutia

    July 9, 2018

    Aku sendiri kurang suka belanja tapi kalau traveling ke Bangkok tanpa mampir ke Catuchak rasanya gimana gitu…
    Kurang afdol…hi.hi.hi…

  6. Reply

    Airin

    July 9, 2018

    Seru banget, ulasannya lengkap

  7. Reply

    elsalova

    July 9, 2018

    Meski lebih cinta indonesia aku masih tergiur ini dengan indahnya negara orang. Sama hal nya dengan lebih cinta diaa tapi yaa aku tetap maunya dia.

    Ga nyambung deng haha

  8. Reply

    Antin Aprianti

    July 9, 2018

    Terus nasibnya Hayati gimana? Penasaran jadinya hehe
    Chatuchak Park nyaman sekali, banyak pohon dan bersih. Sore-sore sambil baca buku di situ sepertinya seru.

    • Reply

      Lisa Fransisca

      July 10, 2018

      ga jadi dan ga ada kabar sampai sekarang, kak :'(
      status di sosmednya ga diizinin ortu karena baru sembuh sakit.

  9. Reply

    achi hartoyo

    July 9, 2018

    So, gimana kabar temannya? Jadi ikut apa nggak? Ditunggu next ceriranya

    • Reply

      Lisa Fransisca

      July 10, 2018

      ga jadi dan ga ada kabar, dia cuma update status di sosmed tapi pas dijapri ga bales :'(

  10. Reply

    Kartini

    July 10, 2018

    Wah lis, itu persiapannya dag dig dug dwer banget ya. Seakan2 kayak gak akan terjadi tripnya.
    Tapi, namanya berjodoh akhirnya jadi juga kaan. Bener banget, lis. Setiap perjalanan pasti ada cerita serunya dan perjalanan kamu seruuuw!!

    • Reply

      Lisa Fransisca

      July 10, 2018

      bangeeet Kar!! udah hopeless, eh tapi ternyata berjodoh sama Thailand :’)

  11. Reply

    Rama Murtaba

    July 10, 2018

    Next time kalau ke Bangkok lagi sepertinya harus coba ke Platinum mall atau MBK deh kak kalau kakak suka belanja. Karena dua mall ini ibarat ITCnya kota Bangkok. Harganya dijamin murah karena yang pada buka olshop banyak yang ambil dari sana. Hahaha

    • Reply

      Lisa Fransisca

      July 10, 2018

      siap, terima kasih kak! bukan tipe yang suka belanja sih, tapi boleh nih dicoba kalau ke Bangkok 🙂

  12. Reply

    Amelia Arianto

    July 10, 2018

    Thailand ini selalu membuat rindu! Makanannya enak-enak, dan tempat mainnya juga bagus buat foto-foto

  13. Reply

    Kalena Efris

    July 10, 2018

    Belum pernah main-main keluar negeri kak, sejauh ini aku masih main belakang rumah nenek muluuu. Tapii LN tetap masuk WL, termasuk Thailand. Mayaann nih bisa buat referensi kalo next kesanaaa.

  14. Reply

    Taumy

    July 10, 2018

    Kemarin mampir kesini, dan ketemu sunset luar biasa. Awalnya iseng mau cari yang seger2 saja disini setelah pulang dari Ayyuthaya, Eh malah ketagihan ikut belanja juga.

  15. Reply

    Dayu Anggoro

    July 10, 2018

    Keren juga yah Thailand, semoga next gw bisa ke sana.

  16. Reply

    Yunita Tresnawati

    July 10, 2018

    Lengkap sekali info Chatucak yang ditulis ini, ih senangnya. Berkali-kali ke Bangkok, belum sekalipun ke Chatucak karena ga pernah pas weekend. Sepertinya kalau ke sana saya bisa tepar saking luasnya dan saking banyaknya yg mau dibeli. Hahahah

  17. Reply

    Agusonpapers

    July 10, 2018

    kayanya ga perlu bingung harus bisa bahasa thailand yaks…..buat jalan jalan kesana

  18. Reply

    lenifey

    July 10, 2018

    Kalau aku pengen ke thailand karena pengen wiskul sama belanja.. hahah #sidoyanbelanja ahhaha
    Selamat ya kak.. kalo udah keinginan insya Allah semesta ikut mendukung.. bisa traveling ke thailand sebagai negara pertama..
    Ditunggu kelanjutan ceritanya kak..

  19. Reply

    swwmutiara

    July 10, 2018

    Aku scroll ke atas lagi untuk ngecek apakah Hayati akhirnya join trip or just gone without any reason… Hehehe… Sebagai pecinta makanan aku berharap ada lebih banyak lagi foto kuliner di postingan Chatuchak ini… Hehehe…

  20. Reply

    Puspa Harahap

    July 10, 2018

    Sebelum pergi ada aja ya cobaan yg hampir hampir. Tapi akhirnya terlaksana juga walau temannya ilang satu hehe. cathucak park kelihatannya adem sekali.. 😀

  21. Reply

    Ristiyanto

    July 10, 2018

    Pernah ketemu penjual handycraft di Thailand yang memang bisa Bahasa Indonesia. Agak kaget juga sih…

  22. Reply

    Iqbal

    July 10, 2018

    Cap paspor pertama memang selalu terkenang yah…

  23. Reply

    Budi Setiadi

    July 10, 2018

    Wah bagus nih.. dari dulu pengen ke Thailand gak jadi-jadi terus.. Tahun depan ah harus kesana pokoknya…

  24. Reply

    Putri Reno

    July 10, 2018

    Jadi bener ternyata Chiang Mai dan Chiang Rai itu birthday trip. Temannya gimana sekarang udah berkabar belum? Tanpa kabar dan tanpa penjelasan itu tidak enak memang. 😊😉 .

    Perjalanan selanjutnya mau kemana lisa. Kepo in ah. Kali aja di ajak pergi.

  25. Reply

    Inez

    July 11, 2018

    wiiih jalan-jalan ke luar negri. Mantap lisa. Oleh-olehnya mana nih wkwk.
    Baru denger nama chatucak. Mungkin nanti kesana kalo ada kesempatan.

  26. Reply

    Nunik Utami

    July 11, 2018

    Wah, Chatuchak! Pengen banget ke sana lagi. Waktu ke Bangkok aja dalam satu kali trip dua kali ke Chatuchak. Beli tas buanyaaak banget. Lucu2, sih. Mana kurs thb murah banget lagi, ya. Tapi aku belum pernah nemuin pedagang yang bisa Bahasa Indonesia, sih.

  27. Reply

    Citra Rahman

    July 11, 2018

    Chatuchak ini bikin kalap banget ya barang-barangnya. Barangnya banyak yang bagus-bagus. Baru maupun bekas. Jajanannya juga seger-seger. Jadi kangen balik ke sana lagi. 😀

  28. Reply

    Dewi Setyowati

    July 11, 2018

    Sepertinyaa ini destinasi yang pas buat yg hobi belanjaa dan suka budaya yang klasik2 gitu yaa..ccucok deh!

  29. Reply

    kelanakucom

    July 11, 2018

    Dan kemudian gue mikir, hayati jadi ikut ngetrip atau ga? haha

  30. Reply

    Achmadi Anggi

    July 11, 2018

    Setuju banget ka, jangan pernah takut bermimpi, alam semesta senantiasa ikut mengabulkan doa kita. Artikel nya bermanfaat ka, semoga suatu saat bisa kesana

  31. Reply

    wulan

    July 11, 2018

    wahh seruuuu,,, selalu suka sama taman tengah kota. Apalagi kalo adem dan asri. Enak buat melepas penat sejenak hehehe

  32. Reply

    wulan

    July 11, 2018

    wahhh seru bangettttt… paling suka kalau ada taman tengah kota. Apalagi kalau rindang, asri, bisa buat rehat dan melepas penat sejenak 🙂

  33. Reply

    Tuty prihartiny

    July 11, 2018

    Sepertinya seru ya wisata belanja ke chatuchak weekend market. Luas banget dan sagala aya ya Kak. Apalagi Didekatnya ada park chatuchak , istirahat dulu jika mau meneruskan belanja.

  34. Reply

    Diah Sally M

    July 11, 2018

    Aahh jadi pengen kesana juga. Seru banget milih destinasinya.

    Pernah nonton film Thailand judulnya The Teacher’s Diary lokasi shooting nya di pedalaman, jadi pengen ngetrip kesana juga. Pasti seru.

    Ditunggu cerita selanjutnya yaa Ka 😉

    • Reply

      Lisa Fransisca

      July 11, 2018

      Aaah aku nonton filmnya, Kak! Banyak banget hal yang bisa dipelajari dari film ini, selain latar tempatnya yang juga memang kece. Hehe.

  35. Reply

    EKA MUCHLIS SALIM SIREGAR

    July 11, 2018

    tempat ini memang surganya belanja ya mbak… banyak yang unik-unik banget… dan murahhhhhh pula….

  36. Reply

    Diah Sally M

    July 11, 2018

    Ucapan adalah doa. Betul banget emang. Mari mulai sekarang mengucapkan kata” yang bagus biar bisa jadi doa.

    Misal, Aku ingin sekali ke Maldives next summer. Seru Kali yak. Afirmasi aja dulu hahaha.

    Nice story, selalu suka baca tulisan orang” yang ke Thailand.

  37. Reply

    Arlindya Sari

    July 11, 2018

    Thailand juga salah satu destinasi impian aku kalau ke luar negeri. Tapi tujuannya mungkin beda. Aku lbh suka nuansa alam seperti pantai dan pulaunya

  38. Reply

    Lala Yusuf

    July 11, 2018

    Loh kok Hayati nasibnya hilang di tengah jalan? Awalnya kukira mau menceritakan soal dia dan tiba-tiba dia ada depan muka kalian hahaha.

  39. Reply

    Eka Rahmawati

    July 11, 2018

    Baca tulisan kakak, aku jadi keinget pengalamanku ke Bangkok, Maret tahun ini. Chatuchak emang destinasi wajib banget kalo ke Thailand. Udah gitu pasarnya bersih sama rapi hehehe

  40. Reply

    Hayati

    July 11, 2018

    Aku sampai baca berulang-ulang untuk tahu nasib hayati, hahahaha salah fokus banget. Salam ya buat hayati dari hayati 😅

  41. Reply

    fajar

    July 11, 2018

    minumannya seger banget kayaknya

  42. Reply

    titi

    July 11, 2018

    wahh, kok luas banget ya kayanya sampe ada section2 nya gitu. Aku suka belanja, cuma klo seluas itu, entah lah. Mungkin harus 2 hari di sana, hahahaha.

  43. Reply

    Nasa

    July 11, 2018

    Dari flores sampai thailand yah… Eh disana ada burung tekukur juga y

LEAVE A COMMENT

Lisa Fransisca
Indonesia

Bercerita melalui rangkaian kata, coretan gambar, dan foto-foto yang diabadikannya saat melakukan perjalanan.

Archives
Instagram
  • Iseng yang semakin konstan.
.
Selamat hari jadi ke-4, keluarga kedua!
.
.
#illustration #chibi #karikatur #tektokteam
  • Merayakan hari jadi @tektok_team yang ke-4 di @bookland.cafe daerah Tanjung Barat. Tempatnya nyaman banget, makanannya enak, ada buku2 buat yang suka baca, dan harganya terjangkau. Congratsss Uni @d_iis untuk soft opening kafenya! 👏👏👏
.
Buat yang lagi lewat, yuk melipir. Hehe.
.
.
#booklandcafe #eatreadinspire
  • Diving with manta ray
.
.
#iseng #watercolour #mantaray
  • Rumah tempatku bernaung kau rusak.
Namun, kala ku mencari makan ke ladangmu, kau tembak aku dengan senapan.
Adilkah ini, wahai manusia?
.
.
Nuni, 2 m.o. 🐘
.
.
#whatiftheycantalk #nationalpark
  • Membuka foto-foto lama seperti membuka kembali ingatan akan perjalanan yang pernah dilalui. Kalian ngerasa gitu juga enggak sih?
.
Seperti yang tampak pada foto ini. Satu hal yang membawa ingatanku pada masa kecil dimana bermain ketapel dan masak-masakan adalah salah satu permainan yang begitu menyenangkan saat itu. Tak ada play station. Pun begitu dengan smart phone. (Duh, ketahuan deh umurnya 😂).
.
Berbanding terbalik dengan masa kini ya? Walaupun tak dipungkiri, teknologi juga memberikan banyak manfaat dalam kehidupan.
.
.
#chiangrai #childhoodmemories #hilltribe
  • "The Battle of Shoulders" - Puri Fidhini
.
.
#artjakarta2018